Intruksi Prasetio Tutup Gedung DPRD Ditolak Ketua BK

109

JAKARTA (Garudanews.Id) – Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi memutuskan untuk melakukan penutupan gedung DPRD DKI yang terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Akibatnya, sejumlah agenda DPRD DKI pun tidak bisa berjalan seperti yang dijadwalkan.

Sontak, hal itu pun menuai pro dan kontra dikalangan politisi Kebon Sirih.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI, Achmad Nawawi mengungkapkan penutupan gedung dewan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Lantaran, perlu ada planing untuk rencana kerja 106 anggota DPRD selama gedung ditutup.

“Jadi tidak seperti sekarang ini.Gara-gara ada yang positif, lalu gedung di lockdown sekian hari. Tapi sama sekali tidak diberi tahu  bagaimana dan harus melakukan apa selama kantor lockdown. Ini kan keterlaluan,” ujar politisi dari Partai Demokrat itu kepada  media ini, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, jika mekanisme penanganan Gugus Tugas Penanggulangan penularan covid 19 harus melakukan penutupan. Yang dilanjutkan dengan melakukan penyemprotan akan didukung sepenuhnya.

“Disamping itu kalau perlu lakukan ravid test atau dilakukan sosialisasi untuk pencegahan penularan, covid 19 dilingkungan gedung DPRD DKI,” katanya.

Dengan adanya penutupan sepihak, secara otomatis menimbulkan keresahan di pegawai sekwan, Pamdal dan PJLP yang bertugas di lingkungan DPRD DKI.

“Idealnya berikan rencana kerja pada mereka, supaya mereka bisa mengerti tugas yang harus dijalankan dengan penutupan gedung dewan,” pintanya. (Ian)

Anda mungkin juga berminat