Kader Partai Kritik Kinerja Ketua DPD Partai Golkar Pringsewu

178

PRINGSEWU (Garudanews.id) – Kader Golkar di Kabupaten Pringsewu mengkritik kepemimpinan Suherman selama menjabat ketua Partai Golkar Pringsewu yang dinilai gagal dalam pengkaderan.

Hal ini disampaikan secara ertulis kepada Ketua DPD Partai Golkar Lampung, Ir. Hi. Arinal Djunaidi melalui surat tertanggal 3 Agustus 2020 lalu yang ditandatangani Dwi Herinanto.

Dalam Surat tersebut di dikatakan bahwa Fungsi Partai Golkar adalah menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, (pasal 9 AD Partai Golkar).

Partai Golkar bertekad tidak hanya sekedar menjalankan amanat reformasi, lebih dari itu Partai Golkar bertekad untuk menjadi terdepan dan pelopor gerakan
reformasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selanjutnya kata Dwi Heri upaya untuk mendukung tekad partai tersebut diwujudkan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan kader (diklat) “Karakterdes dan Karsinal” sebagai langkah untuk mempersiapkan kader-kader Partai Golkar agar dapat tampil di era reformasi dan otonomi daerah saat ini dengan rasa keyakinan yang mantap dan percaya diri yang tinggi.

“Melihat fungsi itu maka kinerja Suherman, S.E. selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten
Pringsewu selama kepemimpinan Sdr. Suherman, S.E. sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu Periode 2016-2021 belum pernah ada pendidikan dan pelatihan bagi kader maupun pengurus Partai Golkar baik di tingkat DPD Kabupaten, Pimpinan Kecamatan, maupun Pimpinan Desa,” ujar Dwi Herinanto dalam suratnya.

Dikatakannya, diklat bagi setiap kader sangat penting dan dibutuhkan, karena diklat sebagai instrumen untuk mencetak kader-kader yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kapasitas. Adapun alasan mengapa diklat harus dilaksanakan:

Dalam surat tersebut berisikan

1. Kader Partai Golkar sebagai kekuatan inti organisasi harus selalu ditingkatkan
kemampuan, keterampilan, dan kecakapan dalam berorganisasi melalui pendidikan kaderisasi sehingga kinerja Partai Golkar dapat berdaya guna dan berhasil guna.

2. Kader Partai Golkar haruslah seorang pemimpin yang dapat mengembangkan jati diri dengan baik, kader yang baik sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda organisasi Partai Golkar. Hal ini bisa dilakukan jika kader-kader Partai Golkar dibentuk melalui pendidikan dan pelatihan kaderisasi.

3. Pendidikan dan pelatihan bagi kader Partai Golkar sangat penting dan mendasar sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi. Dan aspek lain yang sangat penting adalah sebagai instrumen perjuangan kader untuk menjadi motor penggerak partai di lapangan dalam upaya membentuk opini-opini publik bagi peningkatan citra partai sekaligus menyiapkan kader Partai Golkar untuk menjadi
pemimpin dalam segala komunitas/kelompok masyarakat.

4. Kemampuan kader dalam hal komunikasi politik, keorganisasian, dan kepemimpinan memiliki hubungan timbal balik yang sangat positif. Tanpa pemimpin, organisasi akan berjalan tanpa arah yang jelas, dan sebaliknya tanpa komunikasi dan organisasi, pemimpin formal tidak mempunyai arti. Karena dalam komunikasi dan organisasi inilah, seorang pemimpin dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang pemimpin. Dan ketiga komponen tersebut di atas yaitu kepemimpinan, keorganisasian, dan komunikasi hanya bisa ditransformasi dan dibentuk melalui pendidikan dan pelatihan kaderisasi.

Menurutnya Partai Golkar dapat mencapai tujuannya yaitu mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjunjung tinggi dan menghormati kebenaran, keadilan, hukum, dan HAM menurut pasal 7 huruf (d) AD Keputusan MUNAS X Nomor: VIII MUNAS-X/GOLKAR/2019 Partai Golkar, apabila memiliki pemimpin-pemimpin yang baik, berintegritas, memiliki kapabilitas, kapasitas, dan berkualitas di setiap tingkatan organisasi.

Terkait dengan tidak dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan kaderisasi maka
Pihaknya meminta kepada Ketua DPD Partai Golkar Lampung Ir.Hi.Arinal Djunaidi untuk menindaklanjuti laporan ini dengan memanggil secara langsung Sdr. Suherman, S.E.

Laporan ini, kata dia, disampaikan tanpa ada unsur, niat, dan tujuan mendiskreditkan Sdr. Suherman, S.E. melainkan sebagai salah satu bentuk kecintaan kami selaku
kader dan pengurus Partai Golkar. Karena Partai Golkar adalah partai yang terbuka dan demokratis yang memiliki doktrin. (Ben/dod)

Anda mungkin juga berminat