KKP Dukung Pengembangan Kawasan Industri Perikanan Baubau

112

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendukung rencana pengembangan kawasan industri perikanan, budidaya, dan wisata bahari di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Edhy menilai optimalisasi sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi jawaban dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Edhy saat menerima Wali Kota Baubau AM Tamrin di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, kemarin. “Kita harus perkuat di sektor kelautan dan perikanan. Kita ubah medan perangnya (melawan Covid-19) ke laut, kita bisa jadi pemenang,” ujar Edhy melalui siaran pers yang diterima Republika, Jumat (7/8/2020).

Menurut Edhy, negara memiliki tiga instrumen pendanaan untuk mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan, termasuk di Kota Baubau. Instrumen pertama yakni melalui dana APBN. Selanjutnya melalui dana Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) serta yang terakhir dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Edhy juga menugaskan masing-masing direktorat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengkaji program apa yang bisa masuk dalam rencana pengembangan di Baubau. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya misalnya, diminta untuk fokus pada pengembangan budidaya rumput laut dan satu komoditas ikan. Kemudian Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) diminta untuk mengkaji dari sisi kawasan konservasi di Baubau.

Wali Kota Baubau AM Tamrin mengaku gembira dengan dukungan KKP. Dia berharap sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi penggerak pembangunan ekonomi di sana.

Adapun sejumlah rencana yang diusulkan yakni pengembangan kawasan industri perikanan terpadu di sepanjang pesisir Wameo, Tarafu dan Bonebone. “Selanjutnya rencana usulan 2021 di kawasan industri perikanan meliputi pengadaan //cold storage untuk menunjang operasional pangkalan pendaratan ikan (PPI) Wameo,” ucap Tamrin, dikutip dari republika.

Selain itu, lanjut Tamrin, terdapat usulan revitalisasi pabrik es di PPI tersebut. Dari perikanan budidaya, Tamrin meminta dukungan sarana dan prasarana budidaya laut, air tawar dan air payau. Lalu penataan kawasan Pulau Makasar sebagai wisata bahari.(qq)

Anda mungkin juga berminat