Pengamat Nilai Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Bukan Sesuatu yang Mendesak

108

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan bahwa sekolah yang berada di zona kuning dapat melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Zona kuning berarti wilayah dengan risiko penyebaran Covid-19 rendah.

Keputusan ini menuai berbagai reaksi. Ada yang setuju tidak sedikit yang menolak karena kondisi pandemi belum berakhir.

Praktisi dan pemerhati pendidikan, Indra Charismiadji, menilai keputusan yang diambil pemerintah terkait pelaksanaan sekolah tatap muka terlalu terburu-buru dan kurang mendapat pertimbangan.

“Pembukaan sekolah di zona kuning menurut saya bukan hal yang sangat urgent, apa karena banyak orang tua yang stress dan guru yang tidak mampu melaksanakan PJJ?,” ujar Indra kepada merdeka.com, Sabtu (8/8/2020).

Indra menilai harusnya pemerintah lebih memerhatikan kebijakan agar membuat PJJ lebih efektif daripada saat ini.

“Awal pandemi di bulan Maret ketika masih banyak kalangan yang gagap dengan situasi pembelajaran online merupakan hal yang wajar, tapi ketika sudah di bulan Agustus kita masih kaget, itu menjadi tidak wajar,” sambung Indra, dilansir dari merdeka.

Seharusnya, kata dia, kondisi ini dimanfaatkan pihak terkait untuk untuk memaksimalkan penggunaan teknologi serba digital termasuk untuk belajar. Pemerintah seharusnya seharusnya membantu para guru untuk bisa mengajar dengan sistem PJJ yang efektif dan efisien dengan melakukan pendampingan dan pelatihan guru yang jelas dan terukur.

“Urusan PJJ tidak dibenahi dari urusan yang paling krusial yaitu ujung tombaknya alias guru,” katanya.(qq)

Anda mungkin juga berminat