Calon Kepala Daerah Diminta Realisasikan Asrama Mahasiswa Sumbawa

121

Sumbawa (Garudanews.id) – Ada sekitar 1.000 orang mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Mataram dan sekitar 200 orang di antaranya adalah mahasiswa hukum.

“Mereka harus tinggal menyewa di sejumlah rumah kost yang tersebar di kota Mataram, karena sarana prasarana dan fasilitas asrama tidak disediakan oleh Pemerintah, karena itu saat ini para mahasiswa Sumbawa sangat membutuhkan keberadaan asrama mahasiswa Sumbawa,” ungkap Farhan Ketua Badan Ekesekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM-FH) Universitas Mataram (UNRAM) dalam keterangan Persnya kepada awak media melalui jaringan telepon seluler dari Mataram Rabu (16/09/2020) kemarin.

Farhan mahasiswa Fakultan Hukum asal Labuan Sumbawa menjelaskan, kalau puluhan tahun silam diakui memang sempat ada berdiri yang namanya Wisma Samawa HL Mala Syarifuddin yang berlokasi dan terletak di jantung kota Mataram tidak jauh dari kampus UNRAM dan bahkan sempat ditempati oleh sejumlah mahasiswa Sumbawa

“Akan tetapi sejak tahun 2011 (9 tahun lalu) mengalami kebakaran, sehingga Wisma (asrama) Samawa tersebut sudah tidak ada lagi,” tukasnya.

Karena itu, kata dia, melalui momentum Pilkada Sumbawa 2020 ini yang bakal menampilkan lima paket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang tentunya akan menjadi pilihan rakyat.

“Maka harapan kami sebagai mahasiswa, siapapun yang terpilih nantinya sebagai pemimpin Sumbawa lima tahun kedepan, agar dapat memperhatikan dan menaruh kepedulian dengan serius untuk merealisasikan pengadaan pembangunan asrama mahasiswa Sumbawa tersebut,” kata Farhan.

Mengingat mahasiswa Sumbawa sangat membutuhkannya, oleh karena itu, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak butuh janji politik tetapi yang penting wujudkan apa yang menjadi harapan mahasiswa.

“Terus terang, mahasiswa Sumbawa yang berada di Mataram saat ini sangat membutuhkan ada asrama mahasiswa Sumbawa di Mataram, sebab dengan adanya asrama sebagai tempat berkumpul, maka kami mahasiswa Sumbawa dapat membuat berbagai program kegiatan positif mahasiswa yang terpusat pada satu tempat untuk berkumpul, berdiskusi, serta mempererat silaturrahmi antar mahasiswa Samawa,” katanya.

Dengan sudah tidak adanya asrama mahasiswa Sumbawa itu sambung Farhan, teman-teman mahasiswa harus ngekost dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap bulannya. (Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat