Diperlukan Kecerdasan Pemimpin Negara Untuk Mengatasi Pandemi Covid-19

103

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony menilai, munculnya konflik antara Menko Perekonomian dengan Gubernur Anies Baswedan seharusnya tidak perlu terjadi dalam memahami kondisi Covid-19, sehubungan dengan sikap Anies yang ngotot ingin melaksanakan kebijakan PSBB di DKI Jakarta.

Idrus beroandangan, dari kedua argumen tentunya memiliki nilai kebenaran masing-masing jika dilihat dari perspektif yang berbeda.

“Namun sejatinya kita juga harus memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Anies adalah semata-mata ingin menyelamatkan warga Jakarta dari penularan Virus Corona yang sampai saat ini menunjukan peningkatan yang luar biasa,” ujar Idrus, Minggu (13/9/2020).

Dari kondisi seperti ini ahirnya publik melihat bahwa ada dua hal yang perlu dikaji dari penolakan Airlangga terhadap kebijakan PSBB yang ingin dilakukan kembali oleh Pemprov DKI yang dapat disimpulkan.

Pertama, Airlangga melihat bahwa jika penerapan kebijakan PSBB dilakukan, maka akan berpengaruh kepada ekonomi negara, apalagi DKI sebagai ibukota negara dimana semua aktivitas ekonomi bertumpu. Hal ini yang menjadi keberatan dari menteri kordinator bidang ekonomi tersebut.

Kemudian yang kedua, dari perspektif Anies yaitu penerapan kebijakan pemberlakuan PSBB lebih bertumpu kepada keselamatan dan keamanan warga DKI dari penyebaran Virus Corona. Sehingga keputusan PSBB perlu untuk dilakukan dalam periode waktu tertentu.Hal inilah yang pernah diterapkan dahulu dan berhasil menekan penularan Covid-19 di DKI Jakarta.

“Tentu apa yang dilakukan oleh Gubernur Anies bukan tanpa alasan, mengingat tingginya penularan Covid di Jakarta dan yang lebih penting adalah protes yang datang dari beberapa negara yang jumlahnya lebih dari 50 negara karena menganggap Indonesia tidak mampu untuk menekan penyebaran pandemi ini, dianggap informasi serta data yang dipublikasikan tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya.

Menurut dia, publik tengah diuji oleh gaya kepemimpinan yang diambil oleh pemimpin daerah maupun pemimpin negara.

Tentunya, lanjut Idrus, mata publik tidak buram dalam menyikapi persoalan ini, sehingga hanya menilai bahwa perdebatan antara elit hanyalah membuang waktu dan yang dibutuhkan adalah kebijakan yang tepat dengan memberikan dampak yang tepat pula buat keselamatan warga.

“Ada Aksioma politik yang berkembang di negeri ini bahwa kita lebih cenderung menajamkan konflik daripada mencari suatu konsensus.
Airlangga menggunakan pendekatan prosperity atau kemakmuran dan Anies menggunakan pendekatan Security atau keamanan, jika kita melihat secara jernih maka sudah tentu pendekatan keamanan lah yang seharusnya di utamakan karena demi kepentingan nasional kita,” sebut Idrus.

Idrus menilai, jka stabilitas keamanan terjaga maka sudah tentu dapat memberikan impact kepada kesejahteraan masyarakat yang pada gilirannya memberikan pertumbuhan ekonomi.

EOleh karena itu, Idrus mengimbau agaf Elit harus memiliki cara berfikir yang cerdas jangan hanya mengedepankan ego sektoral apalagi ego kelompok tertentu.

“Jangan sampai ada kesan yang muncul ke publik yang menilai gajah berduang bersama gajah pelanduk mati di tengah-tengah,” kata Idrus. (Mam)

Anda mungkin juga berminat