Dusun Mogol Salah Satu Sentra Tanaman Hias Di Tawangmangu Berpontensi Sebagai Tempat Wisata

671

Karanganyar (Garudanews.id) – Tanaman Hias saat ini menjadi fenomena yang unik di tengah kelesuan ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Karena Usaha Tanaman Hias sama sekali tidak terpengaruh oleh goncangan ekonomi seperti usaha usaha lain.

Usaha ini merambah ke pelosok wilayah di Pulau Jawa khususnya, dan juga Pulau – pulau lain di Indonesia. Yang hebatnya lagi, pangsa pasarnya merambah ke dunia Internasional.

Salah satu wilayah yang menikmati berkah usaha Tanaman Hias adalah warga Dusun Mogol, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Dusun ini bisa di bilang tidak terlalu dikenal oleh wisatawan. Sebetulnya juga tidak terlalu jauh dari pusat Kota Tawangmangu. Hanya akses jalannya saja yang tidak mudah di lalui kendaraan biasa karena curamnya tanjakan, turunan dan tikungan tajam.

Padahal pemandangan dan suasana kampungnya sangat sejuk asri dan hampir 80% halaman rumah warga dijadikan tempat produksi berbagai tanaman hias.

Omsetnya selama ini lumayan besar. Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Sugeng, rata – rata pendapatan warga dari jual beli tanaman berkisar antara 100 – 200 ribu per hari.

” Hampir 80% warga di disini berprofesi sebagai petani dan pedagang tanaman hias. Disini ada kurang lebih 200 KK, dan 80% nya berusaha di bidang tanaman hias. Rata – rata pendapatan mereka perhari minimal 100 ribu” ungkap Sugeng.

Jika dihitung – hitung, maka omset bulanan warga Dusun Mogol mencapai 500 juta per bulan. Sebuah potensi besar untuk sebuah dusun yang berada di pinggiran kota.

” Selama ini kami dan warga sini menjual hasil produksi tanaman hiasnya ke para pedagang di sekitar Tawangmangu, Solo dan sebagian lagi di jual oleh pedagang ke luar Pulau Jawa” Terang Sugeng.

Menurut Sugeng, Booming Tanaman Hias saat ini juga di rasakan oleh petani di sana. ” Kondisi saat ini alhamdulillah mengangkat harga dan jumlah permintaan dari para pedagang. Salah satu yang banyak di minta adalah jenis Janda Bolong Ijoan. Kalau dulu harganya hanya 7000-10.000 rupiah sekarang naik 3 kali lipat menjadi 20-30 ribu per Pohon” imbuhnya.

Selain Potensi Tanaman Hias, Dusun Mogol juga menyimpan potensi pariwisata. Hal tersebut di ungkapkan Heri, Tokoh Muda Tawangmangu yang mengeksplore spot spot menarik di kawasan Tawangmangu

” Mogol menyimpan banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Yang nantinya juga pasti akan menambah nilai ekonomi bagi warga setempat. Selain tempatnya yang sejuk, asri, pemandangannya bagus, eksotisme jalan menuju kesana bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan” ujar Heri.

” Beberapa kali saya datang kesana, dan memang ada sesuatu yang berbeda dibandingkan desa – desa yang lain. Jalanan bagus, bersih, halaman rumah warga banyak dihiasi tanaman. Dan yang tidak kalah penting, keramahan warga setempat. Saya jadi tertantang untuk mengeksplore Desa Mogol menjadi desa tujuan wisata baru” tandasnya.

Heri sedang merencanakan paket wisata ke Dusun Mogol dengan Jip Offroad. ” Mungkin nanti kita bisa kerjasama dengan kawan – kawan komunitas Jip Offroad untuk membawa wisatawan ke Dusun Mogol. Jadi kendaraan wisatawan cukup parkir di Terminal Tawangmangu, dan ke sananya naik Jip tersebut” pungkasnya. (Sunyoto)

Anda mungkin juga berminat