Ibu Yati Tidak Tahu Percakapannya Direkam Oknum Ketua RT

183

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Pemohon KTP elektronik yang juga warga Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Yati, tidak mengetahui video percakapannya dengan salah satu oknum RT direkam secara diam-diam.

Dirinya pun meminta maaf secara lisan dan tertulis kepada anggota BPD Karangsegar, Toyang, karena Toyang telah dituduh melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan KTP elekteonil sebesar Rp700 ribu.

Yati mengaku dirinya tidak merasa dirugikan dalam pengurusan KTP tersebut apalagi sampai ada bahasa pungli. Dirinya pun sangat menyayangkan jika obrolannya dengan RT berujung ramai di media online.

“Saya gak tau kalau bakal jadi rame seperti ini. Awalnya RT mendatangi rumah saya, menanyakan kepada saya dan saya menjawab apa adanya. Tetapi selepas RT meninggalkan rumah saya, kenapa keesok harinya ramai di media online soal masalah KTP,” ungkapnya.

Suami Yati mengatakan kalau kedatangan RT dipikirnya hanya obrolan biasa. Tidak tahu bakal jadi ramai seperti ini. “Justru saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Toyang yang sudah membantu keluarga saya selama ini,” tambahnya.

Yati mengucapkan terimakasih kepada Toyang selaku Anggota (BPD) Desa Karangsegar, yang sudah peduli kepada dirinya dan keluarga, sehingga apa yang diharapkan bisa terwujud.

“Kartu Keluarga (KK) yang sudah saya terima dari Bapak Toyang, bukti nyata selama ini beliau benar-benar mengurus permintaan tolong saya, dengan dibuatkan Kartu Tanda Penduduk dan (KK), adapun soal biaya yang saya berikan kepada beliau, itu atas kesadaran saya untuk transportasi perjalanan selama mengurus identitas KTP dan KK anak saya dan keluarga saya,” tandasnya.

Untuk diketahui, merekam secara diam-diam menggunakan perangkat teknologi tertentu seperti kamera tersembunyi, alat perekam video, maupun perekam suara, dapat dikategorikan sebagai ilegal interception sesuai dengan Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan catatan bahwa informasi elektronik yang direkam tersebut tidak dimaksudkan untuk publik.

Contoh informasi elektronik yang tidak dimaksudkan untuk publik seperti percakapan tentang kehidupan pribadi seseorang yang direkam diam-diam, percakapan tentang rahasia. (red)

Anda mungkin juga berminat