Ibukota Dihantui Bencana Banjir dan Pandemi Covid-19

Hanura DKI Minta DPRD dan Pemda Tidak Saling Menyalahkan

111

JAKARTA (Garudanews.id) – Kepemimpinan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di tahun ketiga menghadapi ujian berat.Di tengah bencana  covid 19 yang tidak kunjung usai meski sudah berlangsung delapan bulan terakhir. Memasuki akhir September 2020, DKI pun diprediksi akan menghadapi musim penghujan, yang kerap menimbulkan banjir di ibukota.

Untuk keluar dari dua persoalan itu,  yakni banjir dan Pandemi Covid 19. Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Ongen Sangadji berharap agar eksekutif dan legislatif untuk tidak saling menyalahkan dalam menghadapi bencana covid 19 dan kemungkinan akan adanya banjir di DKI.

“Bencana covid-19 ini tidak hanya di Jakarta dan nasional. Tapi sudah menjadi bencana internasional. Untuk bisa mengatasi bencana itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak, dalam mengatasi bencana dunia yang juga melanda DKI saat ini. Jadi bukan kita malah saling menyalahkan,” ujar Ongen Sangaji kepada garudanews.id, Senin (28/9/2020).

Mantan anggota DPRD DKI Jakarta itu menambahkan, untuk bisa keluar dari persoalan yang saat ini melanda. Dibutuhkan kerjasama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah dan anggota legislatif di DKI.

Salah satunya, dalam rangka mensosialisasikan pada masyarakat pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam mencegah covid 19.

“Dewan harus menemui konsituenya di bawah untuk mengajak masyarakat agar patuh dan sadar. Tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ongen Sangaji juga menyinggung langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pemda dalam menghadapi kemungkinan banjir yang melanda DKI setiap tahunnya.

“Saya kira yang sudah dilakukan oleh Kadis SDA, dengan pengerukan lumpur sudah tepat. Tinggal, Kadis SDA harus melakukan pengecekan pada pompa-pompa yang ada. Agar disaat intensitas hujan tinggi. Wilayah yang menjadi langganan genangan dan banjir bisa secara cepat ditanggulangi,” pinta mantan Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI itu.

Disamping itu, sambung orang dekat Ketum Partai Hanura, Oesman Sapta itu lagi, Pemda harus pula memikirkan langkah-langkah antisipasi tempat pengungsian jika bencana banjir melanda ibukota.

“Jangan sampai, tempat-tempat pengungsian malah menjadi cluster baru penyebaran virus covid 19 di DKI,” tandasnya.(Ian)

Anda mungkin juga berminat