LBH MAP Pertanyakan Dasar Hukum Penyegelan Villa Di Puncak

158

Kabupaten Bogor (Garudanews.id) – Penyegelan Villa oleh Kesatuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor di Puncak menjadi pertanyaan LBH Masyarakat Adat Puncak (MAP). Pasalnya penyegelan itu di tuding tidak sesuai dengan aturan yang ada. 

Dalam penyegelan yang dilakukan Satpol PP pada hari Minggu, 27/09 kemarin, Pol PP menggunakan Perbup nomer 60 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskla BesarPra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman, Dan Produktif Di Kabupaten Bogor.

Dalam Perbub tersebut tidak diatur tentang larangan Villa khususnya, untuk tidak menerima tamu atau Tamu menginap di villa. Hal tersebut di sampaikan Hasan Sutisna, SH, Direktur Pengabdian Hukum Masyarakat, LBH MAP kepada Garudanews.id, Selasa, 29/09.

“Penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor terhadap beberapa Villa di Puncak itu sudah merupakan tindakan sewenang – wenang. Karena jika penyegelan itu mengacu pada Perbub Nomer 60 tahun 2020, disana tidak ada larangan villa menerima tamu atau tamu menginap di Villa,” ujar Hasan.

Segel yang di tempel Satpol PP Kabupaten Bogor di salah satu Villa di Puncak. Foto: dok

“Dalam Perbup tersebut disebutkan, penindakan Penyegelan bisa dilakukan, namun ada tahapannya. Dari mulai adanya teguran, peringatan. jika tetap membandel baru dilakukan Penyegelan. Bukan tiba – tiba datang dan langsung melakukan penyegelan. Itu sudah berlebihan,” ungkapnya.

“Disana kan ada Gugus Tugas Covid wilayah. Apakah sudah berkoordinasi sebelumnya. Masalah penegakan aturan kita dukung, tapi jangan sampai sewenang – wenang dan kesannya tebang pilih. Dampaknya kan luas dengan penyegelan tersebut,” imbuh dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, 6 villa di Desa Tugu Utara di segel oleh Satuan Pamong Praja Kabupaten Bogor pada hari Minggu kemarin.

Salah satu penjaga villa, Lesmana, mengatakan kaget tiba tiba didatangi Satpol PP dan langsung menyegel Villa yang di jaganya. “Padahal saat itu di villanya sedang ada tamu. Tiba – tiba didatangi Satpol PP dan langsung melakukan penyegelan dengan alasan melanggar aturan PSBB. Saya juga bingung, kan sejak kapan larangan menerina tanu itu ada. Karena saya tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kan banyak juga villa – villa lain yang juga di sewakan,” tutur Lesmana.

Walhasil tamu yang menginap dari hari Sabtu kemarin langsung pada pulang. Karena merasa tidak nyaman. Cj/Fr

Anda mungkin juga berminat