Organda Kabupaten Bekasi Dorong Kembalikan Fungsi Terminal Cikarang

138

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bekasi, siap mendorong agar terminal cikarang atau terminal dalam kota kembali difungsikan untuk kendaraan angkutan kota (angkot).

Untuk merealisasikan hal tersebut, Organda akan segera berkoordinasi dan mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestro Bekasi dan pengelola Sentra Grosir Cikarang (SGC).

“Iya kami sangat mendukung aspirasi dari para pengusaha angkot, sehingga ada ketertiban dan kenyamanan bagi para penumpang,” ungkap Ketua DPC Organda Kabupaten Bekasi, Obing Fahrudin kepada wartawan.

Obing menjelaskan, selama ini para pengusaha angkot sudah melaksanakan kewajiban untuk membayar pajak, sehingga pemerintah wajib untuk memberikan sarana dan fasilitas bagi para supir angkutan kota.

Dikatakan Obing, cikarang merupakan jantungnya Kabupaten Bekasi, sehingga menjadi kewajiban dari para stakeholder terkait untuk membuat cikarang lebih indah, aman dan nyaman.

“Saat ini kurang lebih ada lima trayek angkot yang menggunakan fasilitas terminal cikarang yakni trayek 64, trayek 57, trayek 35, trayek 42, dan trayek 17,” terangnya.

Sementara itu, pengusaha angkot trayek 64, Sunarno, mengaku sangat mendukung langkah Organda untuk mengembalikan terminal cikarang seperti sediakala, sebagai tempat mangkal kendaraan angkutan kota.

Sunarno mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat ke Dishub Kabupaten Bekasi sejak dua tahun yang lalu, namun hingga saat ini aspirasi mereka belum mendapatkan respon dan action.

“Karena tidak ada terminal, akhirnya mobil angkot jadi parkir dan menarik penumpang dimana saja, sehingga hal ini tentu saja membuat kondisi menjadi tidak tertib,” ungkapnya.

Kondisi tersebut lanjut dia, alhasil membuat petugas satlantas dan dishub menjadi kewalahan karena angkot ngetem dimana saja. “Iya petugas jadi lelah karena harus menegur para supir yang berhenti di lokasi yang bukan pada tempatnya,” terangnya.

Dirinya berharap agar para pengusaha dan supir angkot bisa seiring dan sejalan dengan pemerintah, sehingga para supir angkot bisa melayani para penumpang dengan baik.

Pantauan wartawan di lokasi, terminal cikarang saat ini sudah beralih fungsi menjadi lokasi jualan bagi para pedagang dan parkir kendaraan liar, sementara plang trayek angkot masih terpasang di setiap jalur yang ada. (red)

Anda mungkin juga berminat