Pengamat: Pemberlakuan PSBB di DKI Sudah Tepat

110

JAKARTA (Garudanews.id) – Penyebaran Covid di DKI Jakarta kian memprihatinkan. Betapa tidak, pandemi virus Corona ini mengakibatkan runtuhnya semua sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dampak yang paling dirasakan adalah dampak ekonomi negara dimana semua aktivitas ekonomi terhenti sehingga mengganggu stabilitas negara.

Oleh Karenna itu, kondisi ini harus disikapi dengan kepala dingin dan membutuhkan sikap kepemimpinan dari seorang pemimpin untuk dapat mengatasi kondisi sulit yang dihadapi saat ini.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah sikap yang diambil Gubernur Anies dengan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lanjutan tanggal 14 September sudah tepat?

Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony mengungkapkan, banyak perdebatan yang muncul baik pro maupun kontra. Kendati demikian, pihaknya berpandangan bahwa kebijakan yang diambi oleh Gubernur Anies sudah tepat, demi keselamatan warga Jakarta yang merepresentasi warga bangsa Indonesia, dimana Jakarta adalah episentrum dari penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Kebijakan ini sejatinya harus didukung oleh seluruh stake holder, bukan malah saling menuding bahkan menghujat. Penting untuk diingat bahwa posisi Jakarta adalah sebagai Ibukota Negara dan kebijakan yang dilakukan Anies adalah untuk keselamatan bangsa dan negara (Salo pupilo suprema Lex Esti), sebagaimana yang disampaikan oleh Jhon Locke seorang filosof abad XVIII bahwa keselamatan negara adalah merupakan hukum yang tertinggi,” ungkap Indrus dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).

Terkait sikap yang melakukan kegaduhan argumen dan statement, Idrus mendoorong agar institusi penegak hukum untuk segera menundaknya. Karena mengganggu serta memprovokasi masyarakat dalam kondisi darurat seperti saat ini tidak ubahnya sebuah tindak pidana.

“Publik sudah jenuh dan apatis dengan akrobat politik dari bangsa ini yang mencoba untuk mengganggu iklim kondusif bangsa Indonesia. Selamat bekerja saudara Gubernur, yakinlah bahwa kebijakan apapun yang dilakukan adalah sebuah kemanfaatan, karena pada hakekatnya apa yang kita lakukan menjadi pertanggung jawaban di akhirat kelak. Anggaplah bahwa sikap kritis elit bagian dari suplemen dalam melaksanakan kebijakan,” tandas Idrus. (Dhar)

 

Anda mungkin juga berminat