Rekam Percakapan Dugaan Pungli, RT Ngaku Perintah Pimpinan

188

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Ketua RT. 01 RW. 06 Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Narin, mengaku mendapat perintah pimpinan untuk merekam percakapan dengan warga yang diduga diminta biaya pengurusan KTP elektronik sebesar Rp700 ribu.

“Iya kalau gua sebagai RT sih menyerahkan kepada pimpinan, nanti seperti apa tindaklanjutnya ya gimana pimpinan,” ungkapnya yang enggan menyebut siapa pimpinan yang dimaksud.

Ditanya motifnya merekam percakapan dengan warga tersebut, Narin kembali menegaskan jika hal itu merupakan perintah pimpinan dan tidak mengetahui jika video rekaman tersebut sampai ke masyarakat.

Dirinya pun mengakui tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangsegar, Toyang, sebelum video percakapan tersebut dikirim kepada pimpinan.

Narin mengklaim warga di wilayahnya saat ini sudah mempunyai identitas kependudukan. “Ya kalau saat ini semuanya sudah punya KTP, yang belum mungkin baru menginjak 17 tahun,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam sebuah video percakapan dengan warga, salah satu anggota BPD Karangsegar, Toyang, disebut telah melakukan pungli pengurusan KTP Elektronik sebesar Rp700 ribu.

Toyang membantah dirinya telah melakukan pungli, dirinya berkilah tidak memaksa warga tersebut untuk menyerahkan sejumlah uang, melainkan hal itu merupakan inisiatif warga untuk membantu biaya transportasi dirinya selama bulak balik ke kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi.

“Saya tidak memaksa. Warga bertanya berapa biaya administrasinya. Saya bilang enggak ada biaya, tapi warga tersebut memberikan ongkos untuk biaya perjalanan saya menuju pemda,” ungkapnya.

Toyang menyesalkan adanya tudingan jika dirinya telah melakukan pungli dan mengeruk keuntungan dari warga yang kurang mampu. Karena sebagai bagian dari aparatur pemerintahan desa, dirinya juga punya kewajiban untuk membantu keperluan warganya. (red)

Anda mungkin juga berminat