Viral Langgar Prokes, Cafe Broker Di Galaxy, Jakasetia Disegel Petugas Gabungan

1.219

BEKASI, (Garudanews.id) – Masih menghadapi pandemik Covid-19 khususnya di Kota Bekasi, kegiatan sosialisasi dari tiga pilar terus dilakukan. Berbagai tempat umum menjadi sasaran sosialisasi untuk mengingatkan 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak). Seperti yang dilakukan jajaran Polsek Bekasi Selatan beserta tiga pilar dari TNI dan pemerintahan kecamatan Bekasi Selatan pada Sabtu (26/09).

Hal tersebut juga menindaklanjuti atensi masyarakat dan viral terkait dengan aksi keramaian sebuah cafe di galaxi., Kelurahan Jakasetia. Dalam video viral tersebut nampak muda mudi dengan musik keras juga tanpa menjaga jarak berkerumun. Hal tersebut memancing kecaman dari warganet dan ditindak lanjuti petugas.

“Hari ini kita sudah koordinasi dengan forkopimda terkait dengan kebijakan kota Bekasi, dimana untuk tempat rumah makan atau cafe beroperasi seperti biasa pada jam 9 dan 11 malam dan dalam pelaksanaan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan protokol kesehatan, namun pada kenyataannya untuk kafe ini tidak mematuhi protokol kesehatan oleh karena itu kita sepakat untuk menyegel tempat ini mudah-mudahan upaya yang kita lakukan tidak diikuti oleh tempat yang lain,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko saat menyegel Caffe Broker yang viral tersebut pada Sabtu (26/09).

Caffe Broker yang saat didatangi petugas nampak sepi dan tidak ada aktifitas live musik seperti pada video yang viral. Namun, lokasi tersebut identik dengan lokasi video viral yang beredar di media sosial. Tindakan tegas diambil petugas gabungan dari Satpol PP, Kodim 0507/Bks, Polres Metro Bekasi Kota berupa penyegelan.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal didampingi Kapolsek Bekasi Selatan Kompol. Iman Safi’i dan Kasat Pol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat mendatangi cafe Broker

“Tindakan penyegelan jadi dihentikan untuk tidak melakukan aktifitas, kita akan tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya,”

Unsur tiga pilar bersama dengan Gugus Covid-19 akan terus melakukan hal serupa kepada wilayah yang dianggap rawan dengan pelanggaran protokol kesehatan di wilayah Kota Bekasi khususnya.

“Kita juga mohon dukungan dari masyarakat, kita akan evaluasi dan kita petakan tempat mana yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik cafe Broker, Pramono menuturkan bahwa live musik ada di tempat setiap malam, namun ia tetap menetapkan protokol kesehatan. Ia juga merasakan diskriminasi terhadap usahanya tersebut.

“Kita sebenarnya di sini umumnya live musik semua, bukan hanya di sini, kalau menurut saya ini hanya persaingan bisnis saja,” kata Pramono.

Terkait dengan disegelnya cafe Broker oleh petugas, dirinya pasrah saja dan akan mengikuti aturan yang ada. Ia juga mengakui kesalahannya setelah video viral di dunia maya beredar. Dikatakan Pramono bahwa live musik berhenti pada pukul 23:00 pada setiap harinya.

“Saya kira itu sudah biasa, dan bukan sebuah halangan, kami dan anak-anak muda kita positif dan tidak menjual alkohol, saya pikir sudah aturan, dan resiko yang harus kami tanggung, tapi setidaknya pemerintah harus ada sedikit kebijakan kalau memang harus ditutup yang tidak masalah tapi jangan di tutup selamanya kita pasti mati semua,” katanya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko beserta Wakapolrestro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal didampingi Kapolsek Bekasi Selatan Kompol. Imam Safi’i mendatangi lokasi keramaian di wilayah Galaxi, Jakasetia serta Pekayon Jaya.

Caffe Pelakor yang lokasinya tidak jauh dari kantor kecamatan Bekasi Selatan dan Mapolsek Bekasi Selatan disegel petugas karena diduga menyalahi aturan. Kasat Pol PP Abi Hurairah didampingi unsur tiga pilar langsung melakukan penyegelan.

Namun sayangnya, tidak lama petugas pergi, cafe tersebut kembali menerima pelanggan. Hal tersebut sangat disayangkan karena belum lama cafe tersebut disegel petugas.

Di lokasi lain di Galaxi, kelurahan Jakasetia, beberapa tempat hiburan malam juga disegel petugas gabungan. Diantaranya Captai Kebab dan Kenzo Caffe yang berlokasi di jalan Boulevard, Galaxi. Petugas juga sempat bersitegang dengan pengelola Kenza Cafe yang menolak penyegelan petugas dengan alasan tidak ada pemberitahuan.

Namun, petugas gabungan yang juga didampingi petugas Gugus Covid-19 tetap melakukan penyegelan karena diduga cafe tersebut mengalami jam operasional THM.

Sebelumnya, tiga pilar kecamatan Bekasi Selatan sudah melakukan himbauan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha di wilayahnya untuk mematuhi protokol kesehatan. Berbagai sosialisasi juga dilakukan petugas terkait dengan jam operasional tempat hiburan malam dan rumah makan.

Namun, berbagai himbauan yang sudah dilakukan terkesan diabaikan oleh para pelaku usaha sehingga tindakan Tegal berupa penyegelan dilakukan bagi pelaku usaha yang membandel. (Mam)

Anda mungkin juga berminat