Bunga Mawar dan Krisan Pot Jadi Komoditi Utama Pedagang Tanaman Hias Desa Mogol

216

Kabupaten Karanganyar (Garudanews.id) – Petani Tanaman Hias Desa Ledoksari atau yang lebih dikenal dengan Desa Mogol, Kelurahan dan Kecamatan Tawangmangu, mendapat perhatian khusus dari Kunto, pegiat Pertanian dan Peternakan yang jaringannya sudah cukup luas..

Kemarin, Jumat, 09/10, Kunto, mendatangi langsung petani tanaman hias Desa Mogol. Kunto datang karena adanya kabar tentang potensi pengembangan Desa Mogol sebagai sentra tanaman hias dan tempat wisata.

“Saya mendengar kabar adanya petani tamaman hias di sini, makanya saya datang kesini. Karena saya itu ada kenangan masa kecil di Desa Mogol ini. Jadi dulu kalau saya cari ikan di Klegung bawah, saya sambil main di sini. Dulu ada yang jual bubur terik disini, saya masih ingat. Itu sekitar tahun 70 an. Sekarang perubahannya sudah luar biasa. Boleh di bilang warga Mogol sudah makmur sekarang,” ujar Kunto dalam pertemuan dengan warga Mogol.

Menyinggung tentang permasalahan budidaya Tanaman Hias, Kunto menanyakan berapa persen tanaman yang di produksi sendiri dan yang dibeli dari luar.

“Tadi kan saya tanya berapa persen tanaman yang di produksi sendiri dan yang di beli dari luar. Ternyata Fifty-fifty. Lalu apakah memungkinkan warga mengurangi pembelian dari luar dan memperbanyak produksinya sendiri. Itu yang coba kita dorong,” ungkapnya.

Dari pertemuan dengan warga tersebut, terungkap jenis tanaman yang serapan pasarnya paling banyak yaitu jenis bunga Mawar, Crysan Pot dan Panca Warna.

“Ternyata tanaman hias yang paling laku ada 3 yaitu Bunga Mawar, Crysan Pot dan Panca Warna. Ini yang coba kita pelajari, kira-kira bisa tidak warga Mogol memproduksi sendiri bibitnya,” tandas Kunto.

“Nanti kita akan coba dampingi, kita siapkan media starternya, bagaimana mengolah media tanam yang bagus, hingga teknik budidayanya. Semua kembali ke warga setempat. Mau tidak atau memungkinkan tidak. Selain itu kita akan coba programkan penanaman Pohon Aren di batas lahan warga dengan Perhutani. Karena dulu kan pernah terjadi bencana longsor. Kita harus antisipasi untuk jangka panjangnya dengan penanaman pohon Aren,” tambahnya.

Aris , salah satu warga setempat menyambut baik perhatian Prikuntadi.

“Selaku warga Mogol, saya senang adanya perhatian dari Pak Kunto dan kawan – kawan. Permasalahan yang ada di sini terkait budidaya adalah lahan dan Culture usaha masyarakatnya. Selama ini masyarakat pingin instan, jadi karena permintaan pasar banyak, mereka lebih memilih membeli ke petani luar. Karena jika budidaya maka kendalanya ada di keterbatasan lahan dan ketidaksabaran warga dalam budidayanya. Mayoritas warga kan pedagang. Jadi perlu proses yang panjang untuk bisa merubah pola usaha masyarakatnya,” ujarnya.

Warga Mogol seperti di beritakan Garudanews.id sebelumnya, ada semangat untuk membangun desa agar lebih maju. Warga berharap ada pengembangan potensi wisata yang bisa dilakukan.

Selama ini mayoritas warga Mogol berprofesi sebagai petani dan pedagang tanaman hias keluar daerah. Tokoh masyarakat setempat ingin kedepan pembeli bunga itu bisa langsung datang ke Mogol. Namun  sampai hari ini akses jalan menjadi kendala utama untuk orang mau datang ke sana.(Sunyoto)

Anda mungkin juga berminat