Dekopinda Kabupaten Bekasi Terapkan Enam Aspek Bangkitkan Koperasi

140

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, memiliki enam aspek untuk meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan anggota koperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, mengaku optimis jika keenam aspek tersebut bisa berjalan, maka ekonomi rakyat akan sejahtera melalui koperasi. Dan ekonomi kerakyatan tidak hanya menjadi slogan.

“Enam aspek ini sudah lama kami jalankan. Bahkan kami sudah membangkitkan beberapa koperasi, seperti kokar fajar surya paper,” ungkapnya kepada para awak media.

Toto menjelaskan, dari keenam kiat tersebut yang pertama adalah jaringan (networking) seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa berbentuk koperasi atau perseroan terbatas (PT), jika sudah berbadan hukum maka sama seperti koperasi.

Kedua koperasi itu harus memberdayakan anggotanya (member power), karena slogan koperasi adalah koperasi bisa anggotanya sejahtera. “Kalau koperasinya bisa sementara anggota enggak sejahtera buat apa mendirikan koperasi,” ungkapnya.

Ketiga apa yang menjadi business plan dari koperasi tersebut. Misalnya koperasi diberikan jaringan oleh pemerintah seperti rest area, maka ada Perbup atau Perda setiap lahan yang lebih dari seribu meter di rest area boleh untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) anggota koperasi.

“Keempat media power atau peran media disini sangat sentral untuk membangkitkan koperasi kedepan supaya bisa berdaya saing. Tanpa diekspos media kan koperasi tidak ada apa-apanya, enggak terdengar,” ungkapnya.

Kemudian yang kelima adalah civil power, edukasi masyarakat untuk belanja di warung-warung tetangga atau koperasi. Jangan di waralaba. “Setidaknya kalau kita belanja di warung tetangga kan bisa membantu keluarganya. Kalau di warung koperasi bisa menghidupi koperasinya,” paparnya.

Terakhir keenam adalah politik power artinya pemerintah bersinergi dengan koperasi untuk membangun jaringan-jaringan supaya koperasi bisa berdaya saing.

“Misalkan pengadaan ATK di sekolah, kan pemerintah bisa membantu koperasi sebagai rekananannya supaya koperasi bisa hidup,” terangnya.

Diakui Toto, di masa pandemi covid 19 ini, koperasi terkendala pada masalah biaya atau modal, karena permodalan ini tidak bisa hanya mengandalkan simpanan anggota saja. “Oleh karena itu koperasi harus mencari mitra lintas koperasi. Disinilah politik power pemerintah turun dengan membawa investor,” tandasnya. (red)

Anda mungkin juga berminat