Dukung UU Cipta Kerja, Tiga Partai Ini Diprediksi Bakal Ditinggal Pemilihnya

441

JAKARTA, (Garudanews.id) – Dukungan masyarakat kepada tiga partai politik diprediksi terjun bebas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sikap mencolok ketiga parpol terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menjadi penyebab.

“Golkar, PDI Perjuangan, dan Gerindra diprediksi bakal terpental pada Pilkada 2020 dan Pilpres 2024,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.

Sikap pertama, kata Jerry, terlihat dari komunikasi politik yang lambat kala menjelaskan draf UU Ciptaker. Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, baru menggelar konferensi pers setelah misinformasi jumlah halaman dan keberadaan draf UU Ciptaker kadung beredar.

Politikus Golkar itu sempat dihujani kritik karena gayanya memimpin sidang pengesahan UU Ciptaker. Salah satu sebab, dia mematikan mikrofon saat politikus Partai Demokrat, Benny K Harman, melontarkan interupsi saat rapat pengesahan. Belakangan Azis mengeklaim tidak mematikan mikrofon Benny.

Jerry mengatakan hal serupa juga terjadi dengan PDI Perjuangan. Puan Maharani sebagai Ketua DPR dinilai ikut memuluskan UU Ciptaker dan tidak mendengar suara publik. Padahal, seruan untuk membatalkan pengesahan UU Ciptaker terjadi di sejumlah wilayah.

“Semua itu menimbulkan bekas luka yang mendalam,” ujar Jerry, seperti melansir laman medcom.

Pamor PDI Perjuangan, terang Jerry, juga bakal tergerus akibat mengusulkan UU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Rencana itu akhirnya berubah menjadi Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) setelah ditentang keras banyak elemen.

Gerindra diprediksi mengalami hal serupa. Politikus Gerindra sekaligus Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Atgas, menjadi pemimpin pembahasan UU Ciptaker hingga akhirnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR.

Jerry menyebut gelombang penolakan dari masyarakat masih terjadi. Sehingga potensi berpalingnya dukungan masyarakat kepada tiga parpol juga besar.

“Jadi tidak heran kalau ditinggalkan masyarakat. Tiga partai tak seindah Pilpres 2019 dan Pilkada Serentak 2018 silam,” tutur dia. (Red)

Anda mungkin juga berminat