Polri Simpulkan Kebakaran Kejagung Akibat Rokok Setelah 4 Kali Rekonstruksi

115

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo membeberkan rekonstruksi yang dilakukan tim gabungan penyidik Polri dalam mengungkap kasus kebakaran Kejaksaan Agung (Kejagung). Polri menyebut puntung rokok yang menjadi awal penyebab munculnya api.

Sambo mengatakan, saat penyelidikan, tim gabungan memanggil dan memeriksa semua pihak yang sebelum kejadian berada di area Kejagung. Pihak yang turut dimintai keterangan adalah pegawai Kejagung, pekerja bangunan, keamanan dalam, cleaning service hingga office boy.

“Penyidik ingin mengetahui semua posisi dan kegiatan pegawai Kejaksaan Agung, tukang, keamanan dalam, cleaning service, office boy serta orang-orang yang berada pada hari kejadian mulai pagi sampai terjadinya kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus,” ujar Sambo dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mereka untuk mencari tahu apa yang mereka lakukan sebelum kebakaran. Selain itu, terhadap mereka masing-masing, tim penyidik gabungan juga menelisik mereka tengah bersama siapa.

“Pada tahapan ini penyidik menemukan alat bukti yang signifikan yaitu minyak lobi, atau minyak pembersih lantai,” kata Sambo, dikutip dari merdeka.

Sementara saat rekonstruksi penyidikan dilakukan selama 4 kali lantaran ditemukan bahwa sumber api berada di lantai 6 Aula Biro Kepegawaian.

Rekonstruksi pertama yakni terkait semua kegiatan orang-orang yang berada di lantai 6 sebelum kebakaran, terkait apa saja yang dilakukan dan siapa saksinya. Rekonstruksi kedua terkait proses pemadaman api yang pertama kali datang ke lantai 6 Aula Biro Kepegawaian.

Rekonstruksi ketiga ingin mengetahui kegiatan pekerja bangunan selama bekerja di Aula Biro Kepegawaian lantai 6. Rekonstruksi keempat dilakukan sebanyak dua kali di laboratorium Fakultas Teknik UI untuk memastikan apakah benar open flame berasal dari bara api.

Saat rekonstruksi ini, tim penyidik gabungan sudah mulai fokus menggali keterangan dari mereka yang saat itu berada di lantai 6 gedung Kejagung.

“Kami fokus ke orang-orang yang berada dilantai 6 sebelum, sesaat dan setelah kebakaran, untuk mendapatkan keterangan kenapa api berasal dari lantai 6,” kata dia.(qq)

Anda mungkin juga berminat