Tangis Haru Warnai Penjemputan Pelajar Yang Ditahan Polisi Oleh Orang Tuanya

386

BEKASI, (Garudanews.id) – Tangis haru kembali pecah di Aula Mapolres Metro Bekasi Kota. Tangis diiringi permintaan maaf seorang anak kepada orang tuanya yang menjemput para pelajar yang terjaring petugas saat hendak menuju Jakarta untuk ikut unjuk rasa.

“Hari ini kita hadirkan orang tuanya sehingga diharapkan para pelajar tersebut dapat meminta maaf kepada orang tua, sekaligus juga kita memberikan informasi kepada orang tua dan juga bisa menjadi introkpeksi bagi orang tua dalam mendidik anaknya, tadi kita saksikan sendiri mereka terharu kemudian juga meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak melakukan lagi,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko pada Rabu (14/10).

Dibalut doa yang dipimpin oleh anggota Polres Metro Bekasi Kota, para pelajar tidak kuasa menahan tangis ketika harus meminta maaf kepada orang tua yang sejak pagi menunggu untuk menjemput mereka. Bahkan, salah satu orang tua pelajar nampak pingsan tidak kuasa menahan haru.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal saat menyaksikan tangis haru pelajar yang sedang meminta maaf kepada ibunya karena terjaring saat akan menuju DKI Jakarta pada Selasa (13/10)
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko didampingi Wakapolrestro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal saat melepas orang tua dan pelajar untuk pulang setelah dilakukan pembinaan kepada pelajar di Mapolres Metro Bekasi Kota

“Bahkan tadi juga sempat ada orang tua pelajar yang pingsan karena melihat anaknya seperti ini tidak tahu anaknya karena kecewa dengan anaknya dan tidak tahu apa yang dilakukan anaknya tersebut,ari ini kita telah melaksanakan pembinaan kepada pelajar yang kemarin kita amankan, rencananya mereka akan melakukan aksi unjuk rasa ke Jakarta namun di kota Bekasi kita amankan,” tambah Kapolres.

Sebelumnya, mereka dikumpulkan di aula untuk makan bersama pada siang hari. Satu persatu mereka merasakan besarnya kasih sayang orang tua mereka. Sebanyak 50 orang pelajar diamankan oleh Polisi dan pada malam hari mereka diberikan pembinaan serta tausiyah.

Mereka juga diberikan kain sarung, baju Koko dan peci sebagai perlengkapan untuk melaksanakan shalat bersama. Setelah para orang tua menyerahkan surat pernyataan bermaterai, mereka pulang dengan haru dan senyum. (Mam)

Anda mungkin juga berminat