Berhasil Pasang Picu Jantung, RSUD Ciawi Bogor Bakal Menjadi Rujukan

120

BOGOR (Garudanews.id) – Karena telah berhasil memasang alat picu jantung permanen atau Permanent Pace Maker (PPM) kepada salah satu pasien pengidap jantung, maka RSUD Ciawi Kabupaten Bogor bakal menjadi rumah sakit rujukan bagi pelayanan jantung di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Tindakan ini merupakan yang pertama dilakukan di Kabupaten Bogor. Dimana pada 8 Oktober 2020 lalu, tim dokter RSUD Ciawi telah berhasil melakukan prosedur pemasangan alat pacu jantung permanen kepada pasien yang sebelumnya mengalami serangan jantung dan kondisi pasien sudah dilakukan pemasangan Stent Koroner oleh dr. Komadi,”jelas Kasubag Umum RSUD Ciawi, Heri Juhaeri kepada garudanews.id, Kamis (19/11/2020).

Lanjut dia, selain SDM paramedis yang khusus menangani penyakit jantung, ditambah mereka sudah pernah mengikuti pelatihan Kardiologi Intervensi.

“Sehingga mereka berhasil menangani pasien yang terkena serangan jantung dengan selamat,”tuturnya.

Heri mengakui, selain paramedis yang memiliki SDM spesialis jantung, juga tidak terlepas dari dukungan fasilitas layanan jantung yang terintegrasi.

“Seperti ada ruang Cath-Lab, HCU jantung dan penunjang lainnya,”terang Heri.

Penanggung jawab tim jantung RSUD Ciawi, dr. Bimo Bintoro mengatakan, sebelumnya pasien memiliki keluhan nyeri perut dan sesak selama 1 bulan lebih. Sehingga pihaknya melakukan diagnosa dengan AV Block tipe 2, yaitu diagnosa penyakit jantung yang ditandai dengan adanya gangguan impuls listrik di organ jantung.

“Karena ada impuls listrik sehingga irama jantung pasien menjadi tidak beraturan,,”tegasnya.

Pasien setelah dirawat, pihaknya terlebih dahulu berdiskusi dengan tim jantung dan menyetujui untuk melanjutkan pemasangan alat picu jantung untuk memperbaiki kondisi irama jantung pasien.

“Pemasangan pacu jantung dengan program Integrated Implanter Crash Program (IICP) dan didukung oleh Medtronic dan Indonesian Heart Rhytm Society (InaHRS) dan saat itu hadir pula dr. Reynold Agustinus,”katanya.

Bimo menjelaskan, alat picu jantung merupakan alat berkomputer mini yang ditanam dibawah kulit area dada. Sehingga alat itu dapat monitor denyut jantung serta mengirim pulsa listrik yang sangat kecil ke satu atau beberapa kabel ke jantung.

“Sehingga akan membantu jantung berdenyut secara teratur,”ulasnya.

Kata Bimo, alat picu jantung ada dua bagian yaitu, Elektroda dan Generator. Dan alat ini dapat membantu pasien yang memiliki irama jantung abnormal kembali ke gaya hidup yang lebih aktif.

“Dan alat ini akan diprogram serta diuji untuk memenuhi kebutuhan medis. Dimana baterai generator alat picu jantung dapat berfungsi selama 10 sampai 12 tahun dan bila masa baterai habis, dapat diganti dengan yang baru,”terangnya.
[01.56, 20/11/2020] Dedi: Ketika pasien sudah dipasang alat picu jantung lanjut Bimo, pasien harus menjalani check-up rutin agar dokter dapat memastikan bahwa alat ini masih berfungsi dan dokter dapat memperoleh informasi yang disimpat alat tersebut.

“Pasien yang sudah dipasang alat ini harus menjauhi handphone, oven microwave dan alat pendeteksi logam, karena berpotensi adanya gangguan sinyal listrik,”pesannya.

Namun kata dia, pemasangan alat ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan impuls listrik pada jantung dan dapat menyelamatkan hidup pasien. (ded).

Anda mungkin juga berminat