Biadab, 110 Petani di Timur Laut Nigeria Dibantai Kelompok Bersenjata

125

JAKARTA (Garudanews.id) – Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Nigeria, Edward Kallon mengatakan, bahwa telah terjadi pembantaian “mengerikan” terhadap petani di timur laut Nigeria menewaskan sedikitnya 110 orang. Jumlah tersebut diralat setelah sebelumnya lembaga berwenang di wilayah setempat meralatjumlah korban yang awalnya dilaporkan sedikitnya 70 orang tewas.

Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu sore (28/11/2020) di desa Koshobe dan komunitas pedesaan lainnya di daerah pemerintah lokal Jere dekat Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno yang dilanda konflik.

“Pria bersenjata dengan sepeda motor memimpin serangan brutal terhadap pria dan wanita sipil yang sedang memanen ladang mereka,” kata Edward Kallon,  dalam sebuah pernyataan Minggu (29/11/2020), Al Jazeera melaporkan.

“Sedikitnya 110 warga sipil terbunuh secara kejam dan banyak lainnya terluka dalam serangan ini,” tambahnya, mencatat bahwa beberapa wanita diyakini telah diculik.

“Insiden itu adalah serangan langsung paling kejam terhadap warga sipil tak berdosa tahun ini. Saya menyerukan agar pelaku tindakan keji dan tidak masuk akal ini dibawa ke pengadilan,” kata Kallon.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi kelompok bersenjata Boko Haram dan faksi sempalannya, Negara Islam di Provinsi Afrika Barat (ISWAP), telah melakukan serangkaian serangan mematikan di daerah itu dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua kelompok tersebut aktif di wilayah tersebut, tempat kelompok bersenjata telah menewaskan lebih dari 30.000 orang dalam dekade terakhir, telah membuat sekitar dua juta orang mengungsi dan telah menyebar ke negara-negara tetangga, termasuk Niger, Chad dan Kamerun. (red)

Anda mungkin juga berminat