Guru Ngaji Dibegal, Motor Diganti Baru Oleh Polisi

500

BEKASI, (Garudanews.id) – Aksi kejahatan jalanan di Kota Bekasi masih merajalela. Setelah sebelumnya seorang penjual sayur menjadi korban aksi jambret di Bekasi Utara, belum lama kembali viral seorang guru ngaji menjadi korban begal di Kp. Sawah, Pondokgede kota Bekasi 15 November lalu.

Dalam rekaman CCTV milik warga, nampak sejumlah pemuda dengan menggunakan 4 sepeda motor memepet korban yang saat itu hendak menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Korban terjatuh dan sempat dikejar pelaku hendak dilukai dengan sajam.

”Kejadian pagi subuh, pelaku diperkirakan 8 orang dengan mengendari 4 sepeda motor salah satunya membawa sajam berupa clurit untuk menakuti korban saat ini dalam pengejaran polisi,” ungkap Wakapolres Metro Bekasi AKBP. Alfian Nurrizal pada Selasa (24/11).

Dalam kejadian yang terjadi di Pondok Pesantren Muhammadiyah tersebut, selain sepeda motor, pelaku juga mengambil HP milik korban. Korban bernama Abdul Hakim merupakan guru ngaji di pesantren tersebut dan terpaksa melepas motor serta hp nya dibawa pelaku.

Mendengar hal tersebut, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal tergetar hati untuk membantu korban. Pada Senin 23 November memberikan langsung sepeda motor kepada korban sebagai pengganti atas motornya yang hilang di begal.

“Sebagai bentuk kepedulian Polri kepada korban sebagai guru ngaji, kita berikan pengganti motornya yang dibegal, untuk dipakai dalam melakukan kegiatannya sebagai guru mengaji,” kata Alfian.

Wakapolrestro Bekasi Kota juga menuturkan bahwa saat ini pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Kendaraan korban jenis matic dengan nomor polisi B-4818-KIP yang dibawa pelaku juga belum ditemukan.

”Kejadian pagi subuh, pelaku diperkirakan 8 orang dengan mengendari 4 sepeda motor salah satunya membawa sajam berupa clurit untuk menakuti korban saat ini dalam pengejaran polisi,” ungkap Wakapolres. (Mam)

Anda mungkin juga berminat