Jubir KPA Bantah Ada Pergerakan Masa Ke Banda Aceh Jelang Milad GAM 

437

Lhoksukon (Garudanews.id) – Menjelang Milad Gerakan Aceh merdeka (GAM) yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2020 mendatang, berbagai rumor beredar di tengah masyarakat, seperti halnya ada pergerakan masa ke Banda Aceh.

Menanggapi hal tersebut juru bicara Komite peralihan Aceh (KPA) wilayah Samudra Pase M Jhony yang di hubungi media ini, Minggu (29/11/2020) membantah, bahwa tidak pergerakan masa menuju Banda Aceh.

“Memang ada keinginan-keinginan GAM di lapangan hari ini untuk menuntut tentang bendera. Itu memang pernah kita dengar isu, namun terkait mobilisasi masa itu tidak ada,” ucapnya.

Saat disinggung terkait keinginan Internal KPA sendiri menjelang milad, dirinya menegaskan bahwa mereka semua menginginkan kejelasan hukum tentang keberadaan bendera yang sudah disahkan oleh DPRA beberapa tahun kebelakang.

“Kami dari kalangan GAM sendiri sebenarnya sudah merasa jenuh dengan keadaan ini, dimana perdamaian sudah 16 tahun dan qanun bendera sudah disahkan sejak 7 tahun lalu , hingga kini belum ada kepastian hukumnya, jadi kita sudah merasa jenuh di lapang hari ini,”ucapnya.

Jhony menggarisbawahi bahwa tidak ada pergerakan (dikomandoi) untuk menuju Banda Aceh. “Namun jika ada rekan rekan GAM/KPA yang menuju ke sana ya mereka menuntut hak, yaitu kejelasan hukum terkait perjanjian damai dan itu bergerak sendiri tidak dikomandoi, itu pun kalau ada, karena kita tidak ada info yang pasti,” jelasnya.

Sementara untuk memperingati Milad GAM di wilayah samudera pase sendiri akan dilakukan seperti tahun tahun sebelumnya yang akan dipusatkan di kantor DPW partai Aceh di Kecamatan Samudera.

Sementara saat disinggung apakah akan ada pengibaran bendera bintang bulan saat memperingati milad, M Jhony mengatakan pihaknya akan lihat bagaimana keadaan di lapangan.

“Seharusnya ada, kalau tidak batalkan saja qanun bendera. Kita selaku masyarakat aceh dan GAM kita memegang hari ini bendera bintang bulan sudah disahkan, masalah ada khalafiah atau apapun ya diselesaikan jangan di ulur -ulur seperti ini, karena kalau terus begini sama juga menciptakan masalah,”jelas Jhony. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat