Kekalahan Donald Trump Pada Pemilu AS Disambut Positif Masyarakat Palestina

126

RAMALLAH (Garudanews.id) –  Utusan Khusus Presiden Palestina Mahmoud Abbas  Nabil Shaath mengatakan, kekalahan Presiden AS Donald Trump atas Joe Biden dalam Pemilu Negara Paman Sam itu melegakan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel.

Nabil mengatakan, mengatakan bahwa  pemerintahan Trump adalah yang terburuk bagi rakyat Palestina. “Bagi kami, ini adalah keuntungan namun, kami tidak mengharapkan perubahan strategis yang penting dalam sikap Amerika terhadap perjuangan Palestina,” kata Nabil baru-baru ini.

Sementara itu, Hanan Ashrawi, anggota senior Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menyerukan penyesuaian ulang saldo masuk dan keluar AS.

Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Prakarsa Nasional Palestina, mengungkapkan kebahagiaannya tentang hasil pemilu AS dan mengatakan, Trump adalah peradaban presiden Amerika terburuk yang ditemui di zaman modern.

“Trump menghancurkan hubungan internasional dan politik. Apa yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ adalah hal terburuk yang dia lakukan untuk Palestina,” katanya.

Gerakan Mujahidin, bagian dari kelompok perlawanan Palestina, juga mengomentari hasil pemilu dan mengatakan, kejatuhan Trump sama dengan runtuhnya semua sistem yang telah mengkhianati rakyat mereka sendiri dan Palestina.

Israel menduduki wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza pada tahun 1967. Palestina menginginkan wilayah itu untuk pembentukan negara Palestina di masa depan.  (Red)

Anda mungkin juga berminat