Meski Kalah di Pilpres AS, Trump Tetap Sinis pada Cina

123

JAKARTA (Garudanews.id) – Meski dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat dikalahkan oleh Joe Biden, akan tetapi perang dingin antara Trump dengan Cina sepertinya tetap berlanjut.

Hal tersebut menyusul dengan pernyataan Trump yang terbaru bahwa AS akan melarang investor dan perusahaan Amerika berinvestasi di 31 perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China. Larangan tersebut tertuang dalam perintah eksekutif dan telah ditandatangani oleh Trump.

Melansir laman CNN Business, pada Kamis (12/11), Trump mengungkapkan investasi di 31 perusahaan yang dimaksud memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer China, dan secara langsung ‘mengancam’ keamanan AS.

Tak cuma itu, Trump juga melarang investor AS memiliki atau memperdagangkan saham sekuritas apapun yang berasal atau diekspos ke perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam.

Dalam perintahnya, Trump memberikan waktu kepada investor memiliki hingga November 2021 mendatang untuk melakukan divestasi saham dari perusahaan ‘terlarang’ China.

Kebijakan Trump ini mulai berlaku pada 11 Januari 2021 nanti, persis menandai tahun ketiga berlangsungnya perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

Produsen ponsel pintar Huawei dan pemasok pengawasan video terbesar di dunia Hikivision adalah beberapa contoh yang masuk dalam daftar hitam Trump.

Kemudian, adapula China Telecom dan China Mobile yang melantasi di papan bursa saham New York. (red)

Anda mungkin juga berminat