Upaya Dialog Dapat Dinginkan Suasana Politik Yang Memanas

114

JAKARTA (Garudanews.id) – Probelam yang tengah dihadapi bangsa ini adalah bagaimana menekan angka penyebaran Covid-19 dan menjaga gejolak ekonomi akibat pandemi.

Bahkan, sejumlah kalangan menilai tingkat kepercayaan publik terhadap penguasa saat ini mulai menurun akibat kinerjanya yang lamban dalam menyelesaikan kedua persoalan itu.

Namun sayangnya di tengah kesulitan bangsa Indonesia dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 dan resesi ekonomi, elit penguasa malah menyibukkan diri dalam menghadapi kehadiran Habib Rizieq Shibab (HRS) di tanah air setelah tiga setengah tahun bermukim di Arab Saudi.

Pengamat politik dari Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia Bambang Istianto menilai ada kekhawatiran pemerintah dengan kehadiran HRS di Indonesia. Hal itu kata Bambang, merupakan hal yang wajar. Sebab HRS simbol oposisi dan sosok yang fenomenal di tengah krisis kepemimpinan bangsa dan kekecewaan publik terhadap penguasa.

“Terlebih, pernyataan Mahfud MD yang mengatakan bahwa pendukung Rizieq tidak banyak. Ternyata pernyataan Menkopolhukkam itu terbantahkan, dengan hadirnya jutaan pendukung dan umat Islam saat menyambutnya di bandara Soekarno Hatta,” kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Bambang berpendapat, kekhawatiran pemerintah terhadap HRS dinilai terlau berlebihan, akibatnya justru tidak focus dalam menyelesaikan problemantika yang sesungguhnya, yakni penanganan Covid-19 dan menghadapi resesi ekonomi akibat pendemi itu.

Bambang juga menyayangkan dengan pernyataan-pernyataan tidak mendidik dari kedua kubu yang viral di media sosial. Baik itu dari pemerintah maupun kubu Habib Rizeq.

“Miris sekali, budaya sopan santun dan saling menghargai sesame anak bangsa seolah sudah tercabut dari akarnya. Baik dari elit penguasa maupun warga negara biasa. Di lain pihak pengerahan alat kekuasaan baik dari militer maupun kepolisian justru dinilai hanya memperkeruh suasana,” ungkapnya.

Bambang berpandangan,
kubu HRS maupun pemerintah agar menahan diri dan kembali bersatu dalam menghadapi persoalan bangsa yang sesungguhnya.Sebab masyarakat sudah lelah dengan perseteruan yang berkepanjangan, dari jelang Pemilu 2019 lalu hingga saat ini berlanjut.

“Tidak ada kata lain, bangsa ini harus kembali bersatu dengan segala kemajemukan yang dimiliki negara ini. Sebab jika melihat kondisi saat ini sepertinya kita mundur dari semangat Sumpah Pemuda 1928,” katanya.

Oleh karenanya, Bambang menyarankan agar kedua belah pihak duduk bersama dan berdialog guna mencari jalan tengah untuk menyelesaikan problematika bangsa. (Red)

Anda mungkin juga berminat