Coaching Clinic Yang Digelar IBA MMA Jawa Barat Tumbuhkan Bibit SDM Berkualitas

572

BEKASI, (Garudanews.id) – Coaching Clinic Pelatih, Wasit dan Juri IBA MMA tingkat nasional yang digelar oleh IBA MMA Provinsi Jawa Barat diharapakan mampu menciptakan bibit SDM yang mumpuni di bidangnya serta memahami jelas terkait dengan aturan dalam sebuah pertandingan MMA ke depannya.

Sekjen IBA MMA Provinsi Jawa Barat Ardianto menuturkan bahwa bimbingan atau pelatihan untuk para Pelatih, Wasit serta Juri pada pertandingan gulat tersebut meliputi berbagai macam materi yang diberikan oleh instruktur.

“Di materinya semua sama, perbedaan nanti pada prakteknya, kenapa materinya sama, karena dua-duanya akan saling membutuhkan saat dia jadi pelatih, dia harus tahu poin atlet itu di mana, yang menggugurkan atlet itu di mana, karena ini kan amatir,” ujar Ardianto di gedung KONI Kota Bekasi pada Sabtu (04/12)

Pelatih, harus mengetahui semua teknik pukulan, tendangan kuncian yang legal dan ilegal dalam sebuah pertandingan. Seorang pelatih.

Coaching clinic adalah pembimbingan singkat dalam bentuk pelatihan atau sesi perorangan yang ditujukan untuk penguasaan pengetahuan dan kecakapan di bidang tertentu.

Sedangkan Wasit dan Juri juga harus memahami mana saja teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan.

Mega adalah satu-satunya peserta wanita yang ikut dalam Coaching Clinic pada segmen pelatih. Ia mengaku memiliki lebih banyak lagi pengalaman terkait dengan teknik beladiri campuran tersebut.

“Banyak teknik yang baru aku sadar yang ternyata ini bisa dipakai, mudah dipahami dan tidak sulit materi yang diberikan tidak terlalu sulit dan mudah lagi untuk disebarkan lagi ke yang lain,” kata Mega

Ia sendiri masih aktif pada cabang beladiri Muay Thai dan motivasinya ikut dalam kegiatan itu ialah ingin melatih diri sendiri dan mengoreksi kesalahannya dalam aktifitasnya sebagai atlet beladiri.

“Masih aktif di atlit juga ebenarnya untuk melatih diri sendiri dimana tidak terevakuasi sama pelatih bisa evaluasi diri sendiri terus memperbaiki kekurangan aku apa,” tambah Mega yang saat ini masih aktif di cabang olah raga bela diri Muay Thai.

Kriteria peserta pada gelaran Coaching Clinic tersebut untuk Pelatih, ia wajib memilik 1 kemampuan beladiri. Sedangkan untuk Juri dan Wasit tidak diwajibkan memiliki beladiri namun setidaknya tahu ilmu beladiri.

Kegiatan Coaching Clinic diikuti oleh provinsi se Jawa Bali, Sumsel, NTT, NTB, Lampung dan Banten, serta Pengkot dan Pengcab se -Jawa Barat. Para peserta digembleng oleh para instruktur berpengalaman Surya Saputra, Johan Mulia serta Mourice Sihombing yang juga ketua Umum IBA MMA Jawa Barat.

Setidaknya ada 53 peserta pada segmen Pelatih dan 46 peserta pada segmen Wasit/Juri dari berbagai daerah. Mereka juga langsung praktek dengan pertandingan eksebisi di Camp Dragon. (Mam)

Anda mungkin juga berminat