Dampak Kebijakan PPKM, Ribuan Warteg Terancam Bangkrut

134

BOGOR (Garudanews.id)  – Akibat kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di wilayah Jakarta – Bali serta pembatasan aktifitas masyarakat di beberapa daerah berimbas ke pengusaha warung nasi tegal (warteg) di wilayah Bogor.

“Memang akibat kebijakan itu sangat berpengaruh ke pendapatan karena jam operasional pun dibatasi,” ungkap pengusaha warteg kawasan Ciawi Bogor, Yantini kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Yantini mengaku, ketika kebijakan berlaku tentu penghasilan pun menurun sehingga berdampak pada hasil penjualan.

“Pengjasilan turun sedangkan uang sewa tempat terus berjalan. Akibat kebijakan PSBB pada awal pandemi 2020 lalu, penghasilan kami hanya cukup untuk bayar sewa tempat saja dan sekarang pemberlakuan PPKM lebih baik tutup saja,” keluhnya.

Kata Yantini, pangsa pasar warteg mayoritas buat masyarakat berpenghasilan rendah ditambah kondisi ekonomi semakin sulit yang tergerus pandemi sehingga berakibat rendahnya daya beli.

“Ya bagaimana lagi banyak yang mempunyai usaha pada macet, karyawan PHK dimana mana sehingga daya beli kurang,” ucapnya.

Yantini mengatakan, merasa ragu melanjutkan usaha ini karena budget untuk investasi pun tergerus.

“Ditambah untuk memperpanjang sewa tempat pun menjadi ragu kalau melihat kondisi sekarang,” tuturnya.

Kata Yantini, kondisi ini belum tahu kapan berakhirnya, maka dia memilih untuk pulang kampung. (Ded)

Anda mungkin juga berminat