Dinkes Siapkan 21 RS Rujukan Tangani Pascavaksinasi Covid-19

104

JAKARTA (Garudanews.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bersama dengan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA PP KIPI) telah mempersiapkan tim untuk melakukan monitoring terhadap dampak pascavaksinasi di setiap tingkatan wilayah Ibu Kota. Selain itu, sebanyak 21 rumah sakit rujukan juga telah disiapkan jika dibutuhkan perawatan akibat KIPI.

“Kita sudah menyiapkan 21 rumah sakit (RS) rujukan, perawatan sekiranya ada masalah KIPI di lapangan. Sedang proses membuat SK Gubernur KOMDS PP KIPI Provinsi dan Kelompok Kerja Pengkajian PP KIPI,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti dalam diskusi virtual melalui aplikasi Zoom, Kamis (14/1/2021).

Berikut data 21 RS rujukan KOMDA PP KIPI vaksinasi Covid-19 di seluruh DKI Jakarta:

Jakarta Pusat

  1. RSUD Tarakan
  2. RSUP Cipto Mangunkusumo
  3. RSPAD Gatot Soebroto
  4. RSUD Johar Baru
  5. RSUD Kemayoran

Jakarta Utara

  1. RSUD Koja
  2. RSUD Cilincing
  3. RSUD Tanjung Priok

Jakarta Barat

  1. RSUD Tamansari
  2. RSUD Kembangan

Jakarta Timur

  1. RSUD Budi Asih
  2. RSUD Pasar Rebo
  3. RSUD Matraman
  4. RSUD Cipayung
  5. RS Adhyaksa

Jakarta Selatan

  1. RSUP Fatmawati
  2. RSP Pertamina
  3. RSUD Tebet
  4. RSUD Mampang Prapatan
  5. RSUD Jagakarsa
  6. RSUD Pesanggrahan

Widyastuti pun memastikan, sumber daya manusia (SDM) di setiap fasilitas kesehatan telah berpengalaman dalam mengantisipasi kejadian pascavaksinasi. Selain itu, kata dia, sebanyak 1.498 vaksinator yang bertugas menyuntikan vaksin juga telah menjalani pelatihan dengan target 19.741 penerima vaksin per harinya.

“Kita bersama Kemenkes berikan pembekalan kepada lebih 1.400 orang yang siap berikan layanan imunisasi,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, sebanyak 488 fasilitas kesehatan (faskes) pun sudah siap untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut tersebar di enam kota/kabupaten DKI Jakarta.

“Terdapat 488 faskes di DKI Jakarta yang telah didaftarkan P-Care BPJS sebagai pelaksana imunisasi Covid-19, sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” ungkap dia.

Dia menuturkan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan tergantung sesuai dengan kesiapan masing-masing faskes. Bahkan, kata dia, hari ini sudah ada faskes yang mulai melakukan vaksinasi terhadap para nakes yang telah melakukan registrasi ulang.

“Contoh hari ini, tadi sebagian puskesmas sudah mulai (lakukan vaksinasi), RSCM sudah mulai, RSUD Cengkareng sudah mulai, silakan. Kita berikan kebebasan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

“Kami mengikuti aturan yang ada, nakes yang mendapatkan kesempatan untuk di vaksin mendapatkan sms plus pemberitahuan. Kemudian teman-teman nakes akan melakukan registrasi ulang  melalui aplikasi peduli,” sambung Widyastuti menjelaskan.

Adapun persyaratan bagi faskes untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 adalah memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19, memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin Covid-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kemudian, memiliki izin operasional Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau penetapan oleh menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk diketahui, rencananya pelaksanaan pencanangan vaksinasi di Ibu Kota dilaksanakan di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1/2021) pagi. Dia menyebut, dalam kegiatan itu, nantinya sebanyak 21 orang yang terdiri dari pejabat dan tokoh publik akan disuntik vaksin Covid-19.

“Besok, 21 role model akan diberikan vaksin. Jadi di sini ada dari pejabat provinsi karena pak gubernur dan pak wagub penyintas (Covid-19), sehingga tidak bisa dilakukan penyuntikkan sesuai dari arahan Kemenkes,” ucapnya, dilansir dari republika.

Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci nama-nama tokoh maupun pejabat publik yang akan menerima vaksin Covid-19. Widyastuti hanya menuturkan, 21 orang itu merupakan pejabat publik tingkat provinsi, kelompok organisasi profesi tenaga kesehatan, hingga dari pihak para pemuka agama.(q)

Anda mungkin juga berminat