Kejari Kabupaten Bekasi Kembangkan Perkara Dugaan Korupsi Buldoser

104

KAB. BEKASI (Garudanews.id) – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Mahayu Dian Suryandari meminta agar masyarakat ikut mengawasi perkara pengadaan buldoser Rp 8,4 Miliar yang sedang diproses jajarannya.

“Tolong diawasi supaya tidak aneh aneh,” singkatnya ketika media ghatering, belum lama ini.

Mahayu pun mengungkapkan, adanya dugaan korupsi di Dinas LH kabupaten Bekasi tentang pengadaan alat berat Buldozer sebanyak 3 unit dengan menyerap anggaran dari APBD tahun 2019 Kabupaten Bekasi, mengundang banyak pertanyaan publik.

“Dari sejak Bulan Oktober sudah mulai menangani kasus tersebut. Namun kendalanya untuk saat ini saksi-saksi baru beberapa yang memberikan keterangan yang dapat dihimpun dan datanya masih perlu kita kembangkan lagi,” kata wanita yang pernah duduk sebagai Kepala TU Pimpinan (Katup) Kejaksaan Agung tersebut.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, hingga sampai sekarang dalam penyelidikan jajarannya untuk melakukan pengungkapan kasus pengadaan alat berat tahun anggaran 2019 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi senilai Rp8,4 Miliar.

Perlu diketahui alat berat yang dimaksud yaitu bermerk Zoomlion type zd220s-3 sebanyak 3 unit, pengadaan tahun anggaran 2019 dengan nilai pagu Rp 8,4 Miliar. Dalam perjalanan kasus ini 10 orang sudah diperiksa yakni PPTK, PPK, Pokja ULP, pemenang tender yang juga kontraktornya 2 orang. (Sygy)

 

Anda mungkin juga berminat