KPK Geledah Dua Rumah Terkait Suap Bansos Covid-19

109

JAKARTA (Garudanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda di Jakarta. Penggeledahan dilakukan berkaitan dengan perkara suap bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

“Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) dan kawan-kawan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Ali mengatakan, tim penyidik KPK menggeledah rumah di jalan Raya Hankam Cipayung, Jakarta Timur dan perumahan Rose Garden, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi. Meski demikian, belum diketahui apa saja yang diamankan lembaga antirasuah itu dalam penggeledahan tersebut.

Kemensos Siap Kooperastif Soal Kasus Korupsi Dana Bansos

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (6/12/2020).

“Proses kegiatan saat ini masih berlangsung dan Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah kegiatan selesai,” katanya, dikabarkan dari republika.

Sebelumnya, KPK juga sempat melakukan penggeledahan di dua perusahaan yaitu PT Mesail Cahaya Berkat berlokasi di Soho Capital SC-3209 Podomoro City Jalan Letjen S Parman Kavling 28, Jakarta Barat dan PT Junatama Foodia berlokasi di Metropolitan Tower TB Simatupang, Jalan RA Kartini lantai 13, Jakarta Selatan.

Dari 2 lokasi ini, tim penyidik memperoleh dan mengamankan beragam dokumen yang berhubungan dengan penyediaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 yang diduga dikerjakan oleh kedua perusahaan tersebut. Barang temuan akan diverifikasi dan analisa sebelum dilakukan penyitaan untuk dijadikan barang bukti dalam perkara.

Seperti diketahui, KPK menduga JPB menerima suap Rp 17 miliar dari fee pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek. Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode

pertama, diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui Adi Wahyono (AW) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadinya. Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB.

Tersangka JPB disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(qq)

Anda mungkin juga berminat