Pihak Keamanan Diminta Waspadai Aksi Teroris Pasca Pemilu

186

BEKASI (Garudanews.id) – Pelaku terduga teroris yang digrebek oleh tim Densus 88 Antiteror di sebuah ruko, di Kampung Pangkalan, RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5), diduga berasal dari kelompok Jaringan Anshar Daulah (JAD) Lampung.

“Jaringan JAD Lampung masih banyak dan tergolong jaringan yang kuat dalam struktur teroris Indonesia Barat,” ungkap Pengamat Terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar, saat dihubungi wartawan Minggu (5/5).

Dia mengatakan, jumlah terduga teroris diperkirakan sekitar 8 orang yang masih belum tertangkap. Kelompok JAD ini tidak berkaitan dengan kelompok MIT (Mujahidin Indonesia Timur), di Poso, Sulaweai Tengah.

“Mereka saat ini sedang menghabiskan sisa-sisa sumber daya karena kalahnya ISIS di Benteng Bhageus, di Suriah,” ungkap Chaidar.

Dia memastikan jika penggrebekan terduga teroris oleh Densus 88 bukan merupakan pengalihan isu pemilu 2019 yang sedang memanas. Namun kelompok ini memang sedang menunggu momentum pecahnya kerusuhan di musim pemilu.

“Ini bukan pengalihan isu. Terorisme adalah masalah yang nyata,” kata Chaidar.

Menurut Chaidar, sejauh ini belum ada indikasi jika mereka akan menyerang lokasi-lokasi lain selain kerumunan protes hasil pemilu.

“Mereka berencana akan menyerang polisi pada saat lebaran dan merampas senjatanya,” katanya.

Dia juga menghimbau, agar tetap diwaspadai tempat-tempat ibadah non-muslim seperti Gereja dan Vihara.

Chaidar menyampikan, kelompok JAD Lampung ini merupakan binaan ISIS. Kelompok yang berafiliasi ke ISIS, kata dia, menolak untuk adanya pendekatan apapun dari pemerintah.

“Mereka juga menolak perdamaian di Afghanistan dan menyerang Taliban yang sesama muslim,” ungkapnya.

Hingga saat ini Tim Densus 88 masih memburu dua pelaku terduga teroris yang berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam penggrebekan itu, anggota Densus berhasil menembak mati dua pelaku terduga teroris.

Penangkapan tiga pelaku terduga teroris sudah menjadi target dari Densus 88 Antiteror tersebut. Mereka ditangkap petugas di dua tempat berbeda. Pelaku SL diamankam di wilayah Pondok Ungu, Kota Bekasi dan pelaku AN di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi. Sedangkan satu pelaku lainnya ditangkap di wilayah Jawa Tengah.

Pelaku terduga teroris lain yang berhasil kabur masih dalam pengejaran tim Densus 88. Adapun ciri-ciri khusus pelaku tersebut sebagai berikut;

Pelaku pertama dengan tinggi badan sekitar 160 centimeter dan memiliki alis tebal. Kemudian pelaku kedua berambut panjang dan beralis tebal. (Dhr)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.