Satgas Yonif 741 Evakuasi Korban Kecelakaan Rem Blong

207

KUPANG (Garudanews.id) –  Yustina Tpoi (50) warga Desa Bijeli, Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, jadi korban kecelakaan akibat motor yang dikendarainya mengalami rem blong di Jalan Desa Bijeli, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beruntung, dalam insiden tersebut korban tidak mengalami hal yang fatal.

Korban mendapatkan pertolongan dari Tim Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra,S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, mengungkapkan,  Dansatgas, Kamis (5/6) kemarin, tim kesehatan Satgas dibawah pimpinan Letda Ckm dr. Basri Nelson Manurung bersama dua anggotanya Serka Putu satya (Bakes) dan Pratu I Gede Ruminten (staf Intel) mengevakuasi  Yustina Tpoi yang mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalalin) di Desa Bijeli, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), NTT.

“Tim kesehatan Satgas  langsung bergerak ke TKP, menyusul adanya laporan dari Januario Neti (54 thn), suami korban, bahwa Istrinya melangalami kecelakaan,” ujarnya, Jumat (7/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Timkes (Tim kesehatan) Satgas, lanjut Hendra, sepeda motor yang dikendarai Irenius Abi (29 ) mengalami kecelakaan akibat rem motornya blong.

“Ditambah jalannya menurun, Motor yang dikendarai Irenius Abi semakin sulit dikendalikan dan akhirnya menabrak pasir dipinggir jalan,” terang Hendra

“Rencananya mereka akan ke (Kota) Soe, menghadiri pernikahan ponakannya,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan itu, paparnya, korban mengalami pergeseran tulang (Dislokasi) di siku bagian tangan kiri dan memar. Korban juga mengalami sakit di punggung, tulang bagian belakang dan perut bagian bawah serta luka lecet di tangan.

“Korban (Ibu Yustina Tpoi) mengalami Dislokasi di siku tangan kiri dan beberapa bagian tubuhnya mengalami sakit dan memar-memar. Sementara saudaranya (Irenius Abi) hanya mengalami memar-memar dan lecet saja,”  imbuh Dansatgas.

Melihat kondisi korban, setelah sebelumnya diberikan pertolongan pertama oleh tim Kes Satgas, selanjutnya mereka di bawa ke Puskesmas Eban menggunakan ambulance untuk diberikan perawatan intensif.

“Saat ini, korban masih dirawat di Puskesmas Eban dibawah pengawasan tim kesehatan Satgas,” katanya.

Atas kejadian yang menimpa Ibu Yustina Tpoi, Dansatgas menghimbau agar kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua, supaya lebih berhati-hati saat berkendara.

“Periksa kondisi kendaraan merupakan hal terpenting sebelum kita melakukan perjalanan,” tegasnya.

“Saya selalu menekankan kepada jajaran kemanapun pergerakan personil faktor keamanan adalah yang utama. Karena dengan kita aman kita dapat selalu melaksanakan tugas dengan baik dan menolong orang lain,” pesannya. (Dance Henukh )

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.