Akom Nilai Jika Dirinya Tetap Maju Munas Golkar Tidak Rekonsiliatif

0
226
Calon Ketua Umum Partai Golkar, Ade Komarudin (kiri), bersalaman dengan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (kanan), usai penghitungan suara calon Ketua Umum Partai Golkar/ist

JAKARTA (GARUDANEWS)-Calon Ketua Umum Partai Golkar, Ade Komarudin mengaku memutuskan untuk tidak melanjutkan voting pemilihan Ketua Umum Golkar putaran kedua, karena ingin Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar berjalan rekonsiliatif atau menyelesaikan perbedaan dan memulihkan hubungan. “Kalau saya melanjutkan saya pikir tidak akan rekonsiliatif,” ujar Ade Komarudin.

Ade mengatakan negara Indonesia adalah negara demokrasi sehingga segala keputusan harus diambil secara produktif dan mempererat persatuan. “Demokrasi bukan lah untuk bercerai-berai. Kita harus mengendalikan demokrasi dengan baik,” jelas Ade.

Ade menyatakan keputusan yang diambilnya demi kebaikan seluruh kader dan kebesaran Partai Golkar. Menurut dia, selama ini tidak sedikit orang di Indonesia yang tidak siap kalah. Ade menegaskan hal seperti itu harus segera diubah. “Saya mencintai partai ini dan mencintai negara ini. Dan saya berusaha untuk melakukan kebaikan negara dan partai ini tentunya,” tutur Ade.

Sementara itu, Ketua Umum Golkar terpilih periode 2014-2019 Setya Novanto menyatakan rasa hormat dan bangganya terhadap pesaingnya Ade Komarudin yang memutuskan tidak memperpanjang persaingan perebutan kursi ketua umum partai beringin. “Saya hormat dan bangga terhadap pak Ade. Sebagai Ketua DPR memberikan contoh yang baik kepada kader Golkar yang hadir maupun yang ada di seluruh Indonesia,” kata Novanto.

Novanto berharap seluruh calon Ketua Umum Golkar yang menjadi pesaingnya dapat tetap berada di kepengurusan DPP Golkar untuk bersama-sama bekerja memberikan sumbangsih bagi negara dan rakyat Indonesia. “Saya melihat tujuh kandidat memiliki visi-misi yang luar biasa. Tentu saya harap mereka tetap bersama di DPP Golkar,” kata Novanto.

Terkait jabatan barunya di Golkar, Novanto menyatakan akan menepati janjinya melepaskan jabatan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI.  “Saya akan cari waktu untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Fraksi Golkar. Saya akan kerja serius melihat perkembangan di DPD Golkar tingkat satu dan dua sebagai salah satu bagian program 100 hari saya,” ujar dia.

Setya Novanto secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2014-2019 melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa pagi. “Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, kita tetapkan pak Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar,” ujar Ketua Sidang Munaslub Nurdin Halid di arena Munaslub di Nusa Dua Bali, Selasa. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here