Aksi Demo Gereja Ricuh, Ujian Penghargaan Komnas HAM RE?

14
Kota Bekasi (Garudanews.id) – Ratusan orang berdemo di dekat lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi, Jawa Barat. Namun, sayangnya aksi ini diwarnai pelemparan barang dari para massa.

 

Seakan menguji penghargaan yang belum lama ini diterima oleh Rahmat Effendi Walikota Bekasi dari Komnas HAM diacara Kongres Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Kamis (16/3) di Balai Kartini Jakarta. Bahkan sebelumnya, Walikota menerima kehormatan digadang menjadi Bapak Toleransi di Kota Bekasi.

Aksi demo terpantau mulai berkisar pukul 13.30 WIB usai salat Jumat (24/3/2017) di Jalan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat. Massa sempat meminta masuk ke lokasi pembangunan gereja namun dihadang pihak kepolisian.

 

Tidak terima dengan pengamanan yang dilakukan polisi, massa aksi kemudian melempari polisi dengan benda keras yang ada di jalanan. Massa memanfaatkan barang di sekitarnya untuk melempari kepolisian seperti batu, pot dan sejenisnya.

Mendapati massa yang tidak bisa dikendalikan, polisi yang berjaga di lokasi akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. Arus lalu lintas saat ini ditutup.

Belum diketahui apa penyebab kerusuhan. Begitu pula soal korban akibat peristiwa tersebut.

 
Sementara itu, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa pembangunan gereja sudah sesuai ketentuan dan persyaratan.
 

“Pembangunan gereja sudah sesuai ketentuan, dan persyaratan yang ditetapkan,” kata Rahmat, Jumat (24/3).

Rahmat mengatakan, pihaknya menerbitkan Kepwal dasar dari pemerintah daerah menerbitkan Surat Izin Pelaksanaan Mendirikan Bangunan (SIPMB) Gereja Santa Clara sejak Juli 2015.

“Pencabutan izin hanya dapat dilakukan melalui proses pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” Rahmat menegaskan.

 (M-3L/Red)
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.