Arogansi Polisi Introgasi Santri Dicurigai Bawa Bom Membuat PBNU Geram

0
319
Polisi tengah memerintahkan seorang santri untuk membongkar bungkusan dus yang dibawa lantaran disangka berisi bahan membahayakan atau juga bom

JAKARTA (Garudanews.id) – Viralnya video penginterogasian seorang santri yang mengenakan sarung dan membawa kardus oleh beberapa polisi memperlihatkan potret aparat keamanan cenderung gagap menghadapi masyarakat yang mengenakan simbol ataupun pakaian keagamaan. Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Sulton Fathoni.

“Rekaman video tersebut tak hanya potret kegagapan aparat kita, juga keterbatasan penguasaan ilmu tentang masyarakat Muslim yang bersifat keamanan,” kata Sulton di Jakarta, Rabu (16/5).

Sebelumnya, beredar rekaman video viral di media sosial tentang seorang santri putera yang diinterogasi beberapa polisi di pinggir jalan karena curiga terhadap ransel dan kardus yang dibawanya.

Menurut Sulton, aparat tak hanya harus memahami tentang seluk beluk senjata dan terorisme. Faktor penting lainnya yang perlu dipahami adalah struktur dan kultur sosial masyarakat Muslim.

Pengabaian terhadap faktor kultur dan struktur sosial masyarakat Muslim, kata dia, akan berakibat pada ketidakjelian identifikasi.

“Penting memahami struktur dan kultur masyarakat Muslim Indonesia. Ini tema yang tidak rumit. Coba belajarlah agar sasarannya tepat dan tidak menimbulkan kejengkelan baru masyarakat luas,” kata dia.

Sulton meyakini jika kasus seperti itu tidak dievaluasi dan terjadi berulang-ulang maka berpotensi memunculkan kegaduhan dan keresahan masyarakat.

“Ujungnya, para teroris bersorak upayanya membuat panik berhasil,” kata dia. (Wan/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here