Beberapa Kali Ganti Kepala Daerah, Jalan Ini Tak Tersentuh Pembangunan

0
502
Sejumlah warga dengan swadaya saat melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan antar kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Foto: Amn)

KETAPANG (Garudanews.id) – Kondisi kerusakan poros jalan utama Pelang-Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat kondiainya saat ini sangat memperihatinkan.

Jalan yang berkubang lumpur laiknya kubangan kerbau sejak puluhan tahun yang lalu, dari periode ke periode Bupati dan Gubernur berikutnya, jalan tersebut tidak dianggarkan secara maksimal. Meski tahun ini mendapatkan kucuran anggaran, namun tidak menutupi volume yang dibutuhkan.

“Padahal, sudah gonta ganti kepala pemerintahan. Akan tetapi sampai dengan hari ini persoalan jalan Pelang-Tumbang Titi tidak pernah tuntas dan kami sebagai masyarakat prihatin dan sangat kecewa,” tutur Pollo kepada media, Jumat (7/12).

Menurutnya, hal inilah potret buruk pembangunan bidang infrastruktur jalan jembatan di Kabupaten Ketapang.

Persoalan itu dinilai akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat baik ekonomi, sosial budaya pendidikan kesehatan dan lain-lainnya.

“Karena jalan ini adalah poros jalan utama Pelang-Tumbang Titi yang menghubungkan masyarakat 20 kecamatan menuju ibu kota Kabupaten Ketapang,” kata dia.

Menurut Pollo, ketika bicara tentang pembangunan untuk kesejahteraan rakyat tentang pembangunan infrastruktur jalan jembatan, lanjut dia, pemerintah harus memberikan skala prioritas.

“Seperti, bagaimana sistem perencanaan pembangunan yang dilakukan dengan beberapa sistem pendekatan yang harus didesign dalam satu road map kebijakan Pemda,” katanya.

Seperti diketahui, jalan Pelang-Tumbang Titi yang menghubungkan antar kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, agar dapat dilalui oleh pengguna kendaraan baik roda empat maupun roda dua, warga setempat dengan swadaya melakukan perbaikan.

Bahkan tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan untuk melakuakan tambal sulam. Namun karena keterbatasan anggaran, material yang digunakan untuk  perbaikan jalan tersebut tidak sempurna. Sehingga tidak bertahan lama.

Untuk itu, sejumlah warga pun berharap agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan tersebut. (Ams/hnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here