Bukan Hanya Kepala Daerah, Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Juga Dilakukan oleh Kades  

0
236
Ilustrasi

SUMBAWA (Garudanews,id) – Guna mendapatkan kekuasaan dan jabatan, banyak cara dilakukan oleh sejumlah orang. Dari jabatan Kepala Desa hinngga kepala daerah. Bahkan mereka tidak ragu untuk memalsukan ijazah demi lolos dalam persyaratan.

Seperti dilakukanoleh Kepala Desa Terpilih Desa Padesa, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ia  diduga menggunakan ijazah palsu dalam memenuhi syarat administrasi di KPU. Dimana hal itu terkuak setelah inisial SH (Kades terpilih) memenangkan Pilkades Desa setempat dengan selisih 3 suara atas rivalnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, bahwa dugaan penggunaan ijazah palsu yang digunakan oleh Kades terpilih, sudah diketahui oleh MN yang merupakan lawan politiknya pasca dilakukan penetapan Cakades Lantung Padesa. Kemudian melaporkan hal tersebut kepada Panwas setempat. Baru kemudian panwas setempat menindaklanjuti laporan tersebut pasca adanya pemenang dari pilkades tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran dari panwas dan surat keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bima menyatakan bahwa ijazah tersebut tidak sah dengan kata lain Palsu.

Saat dikonfirmasi wartawan, Ketua Panwas Pemilihan Kepala Desa Lantung Padesa, Andika Syaputra mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dan sejumlah bukti-bukti dari pelapor yang diberikan kepada panwas, bisa dikatakan bahwa ijazah tersebut diduga palsu. Maka sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk membuktikan kebenaran laporan tersebut.

“Kebetulan Ijazah paket B itu dikeluarkan di Kabupaten Bima. Maka kami melakukan penelusuran di Dinas Pendidikan setempat dan ternyata berdasarkan surat pernyataan dari Diknas setempat, mengatakan kalau ijazah tersebut tidak sah atau palsu,” ujarnya

Setelah mengetahui hal tersebut sambung Andika, pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan pelapor dan memberikan kesempatan kepada panwas untuk melakukan musyawarah mufakat ditingkat desa untuk menyelsaikan persoalan tersebut. Dari pihak DPMD, Camat, Kepolisian dan instansi terkait lainnya juga kami undang dalam pertemuan tersebut. Jika melalui musyawarah tidak ada solusinya maka terpaksa persoalan tersebut akan direkomendasikan penanganannya di pihak kepolisian.

“Jika tidak ada titik temu, maka kami selaku panwas akan mengeluarkan rekomendasi agar kasus tersebut ditangani dan diselsaikan di Polres Sumbawa,” katanya.

Seperti diketahui di Kabupaten Sumbawa (18/7), lalu menggelar Pilkades serentak di 18 Desa dan 68 Cakades. Bupati mengatakan pada sidang paripurna yang digelar dilantai 2 Ruang sidang paripurna DPRD Sumbawa, berharap agar Kades yang dipilih  hari ini bisa mengemban amanah dari rakyat. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here