Cerita Siti Saniyah Menuju Final Asia’s Got Talent

22

JAKARTA (Garudanews.id) – Siti Saniyah, kontestan Asia’s Got Talent 2019 asal Indonesia, berhasil melenggang ke babak final kompetisi bakat itu lewat Judges’ Pick (pilihan juri). Suara Sainyah yang memukau para juri dinilai memiliki energi penuh, termasuk David Foster yang berpesan agar Saniyah melatih “lebih banyak ‘money notes'” yang disukai oleh pendengar.

“Aku akan latihan koreografi untuk grand final,” ujar penyanyi 18 tahun itu dalam wawancara di Jakarta, Jumat, tentang usahanya untuk mengikuti saran juri.

Saniyah mengaku tidak kesulitan untuk menyanyi sambil membawakan koreografi. Remaja yang punya pembawaan ceria itu memilih lagu dengan tempo menghentak, “Rather Be” dari Clean Bandit.

Saniyah bukan orang baru dalam ajang kompetisi bakat. Sebelumnya, dia pernah mengikuti kontes Idola Cilik hingga The Voice Indonesia.

Berada di panggung Asia’s Got Talent 2019 membuat Saniyah menyadari perbedaan cara kerja acara televisi Indonesia dan luar negeri. “Lebih tepat waktu,” ujar Saniyah tentang produksi acara televisi di luar negeri.

Tampil sebagai penyanyi berhijab kadang kala menimbulkan tantangan untuk remaja yang mengaku tomboy itu. “Ada yang menganggap hijab itu harus kalem, halus, bagiku hijab itu fighter,” katanya.

Menghadapi babak final, Saniyah tidak ambil pusing denga memikirkan lawan-lawan beratnya. “Saya harus yakin sama diri sendiri, jangan mikirin lawan,” kata remaja kelahiran 23 Oktober 2000.

Bercita-cita jadi penyanyi

Saniyah yang lahir dari keluarga petenis almarhumah Solihati Moerid itu sudah mengasah kemampuannya sejak kecil. Dimulai dari kekagumannya melihat penyanyi tampil di acara penghargaan di televisi, ia membayangkan dirinya bisa berada di bawah lampu sorot di hadapan banyak orang, melantunkan nada-nada indah.

“Keluarga, terutama opa-ku akhirnya menyadari bakat itu,” kata penyanyi yang ingin berduet dengan Yura Yunita itu.

Dimulai dari les menyanyi di dekat rumahnya, Saniyah melatih kepercayaan diri dengan mengikuti berbagai lomba, dari skala kecil hingga besar.

“Aku pernah ikut Cinere Idol, panggungnya di komplek rumah, tapi pakai live band,” ujarnya seraya tertawa.

Dari tingkat kompleks rumah, Saniyah menjajal kompetisi yang lebih tinggi levelnya. Dia pernah ikut Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional hingga kompetisi yang tayang di televisi seperti The Voice Indonesia dan akhirnya kini mencapai tingkat Asia.

“Aku memang ingin punya profesi sebagai penyanyi,” ujar Saniyah. (Ant/Sfa)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.