Dampak Aksi Demo, PD Pasar Jaya Merugi Rp400 Miliar

Dua hari tidak beroperasi

173

JAKARTA (Garudanews.id) – Efek dari kerusuhan demo yang terjadi di depan Bawaslu yang berujung pada bentrok pendemo dengan aparat kepolisian di depan Pasar Tanah Abang. Pedagang Pasar Tanah Abang harus mengalami kehilangan omset dua hari, mencapai Rp.400 miliar.

Adalah Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin yang mengungkapkan hal itu. Guna meminimalisir hilangnya omset tersebut, PD Pasar Jaya mempercepat aktifitas di pusat perdagangan yang tembus hingga ke benua biru.

“Transaksi yang terjadi di Tanah Abang mencapai Rp.200 miliar perhari. Jika dikalikan dengan tutupnya aktifitas perdagangan selama dua hari, artinya bisa mencapai Rp.400 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Blok A Tanah Abang, tadi malam.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggap situasi keamanan ibu Kota dianggap semakin kondusif. Pihaknya akan membuka kembali pusat perdagangan Pasar Tanah Abang Blok A-G.

“Sebenarnya arahan gubernur memastikan perekonomian Jakarta stabil. Terlebih di sini ada bantuan keamanan dari Kapolres, Kapolsek juga hadir, tokoh masyarakat hingga anggota dewan yang memastikan tanah Abang aman,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan kembali perdagangan Tanah Abang dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan aparat keamanan baik TNI maupun Kepolisian. Dia mengatakan, ada 300 personel gabungan yang selalu siaga di kawasan Tanah Abang.

“Ada satu SSK dari TNI, polisi juga pengamanan internal kita yang bersiaga di sini. Jumlah seluruhnya ada 300 personel gabungan. Kita memastikan dari kita, sesama pedagang dan masyarakat yang mau bekerja ataupun melakukan jual beli, sudah banyak berdatangan ke Tanah Abang. Jadi nggak boleh kita tutup, sehingga ekonominya tidak bergerak,” kata Arief.

Dia menjelaskan, ada 17 ribu kios yang dua hari sebelumnya ditutup oleh Perumda Pasar Jaya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan usai kericuhan yang terjadi sejak Rabu (22/5) dini hari lalu. Kericuhan itu buntut dari massa pendemo di Bawaslu yang memaksa bergerak ke Jalan Wahid Hasyim hingga kearah Pasar Tanah Abang.

“Bagi pedagang, keluhannya cuma satu yakni keamanan. Namun, pedagang maupun masyarakat diminta tetap waspada sesuai situasi keamanan Jakarta. Namun, kita pastikan semua aman,” tegasnya.

Terlebih, ungkapnya, akses transportasi baik KRL, Transjakarta maupun angkot sudah berjalan dengan baik. Dia mengungkapkan, pusat perdagangan Tanah Abang menjadi barometer keamanan di Ibu Kota. Sehingga, penutupan Tanah Abang semakin mengindikasikan suasana Jakarta mencekam. Padahal saat ini sudah kondusif.

“Kita ingin memastikan bahwa tempat ini adalah bukan tempat yang rawan. Apalagi, tempat ini merupakan pusat ekonomi, bukan hanya di Indonesia tapi dunia. Pelanggan kita datang dari Eropa dan Afrika. Sehingga penutupan tidak boleh lama-lama,” jelasnya.

Tokoh Masyarakat Tanah Abang, Abraham Lunggana mengatakan, penutupan Tanah Abang merupakan imbas dari kegiatan unjuk rasa di Bawaslu pada 21-22 Mei kemarin. Dia mematikan, keamanan Tanah Abang tetap kondusif pasca kerusuhan sebelumnya di kawasan Tanah Abang.

“Apa yang disampaikan pak gubernur bahwa roda perekonomian tetap jalan. Apalagi pak Kapolres memastikan situasi kondusif. Maka, silahkan pedagang tetap buka lagi seperti biasanya,” kata mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana.(HNN)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.