Danrem 161/Wira Sakti : Provokasi dapat memperburuk sikon antar negara berdaulat

0
117
Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M saat berada di Kupang NTT, Kamis ( 13/09).

KUPANG (Garudanews.id) – Kembali lagi, media Timor Leste menerbitkan berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data yang sebenarnya dilapangan. Dua hari yang lalu terbit berita di media Timor Leste bahwa WNI, Warga Amfoang di wilayah Naktuka dan Wilayah Manusasi, telah melanggar batas negara karena membersihkan lahan diwilayah sengketa yang merupakan Unresolved Segmen, dan tentang hal itu sudah saya bantah dengan keras, demikian dikatakan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang NTT, Kamis ( 13/09).

Kali ini muncul lagi berita, yang tidak kalah provokatifnya di media Timor Leste, berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data di lapangan, yaitu tentang keberadaan TNI di perbatasan yang dianggap telah melanggar tugas sebagai penjaga pengamanan perbatasan.

Berita tersebut telah terbit di Media Timor Leste, yang dikatakan oleh Komandan Unit Kepolisian Perbatasan (Unidade Policia Fronteira/UPF), Joao Belo dos Reis di aula CNE Caicoli, Dili, Rabu (12/09), bahwa terdapat dua kelompok Tentara Nasional Indonesia (TNI) diduga masuk di daerah Oelnasi, Dusun Haemnanu, Desa Abanu, Sub Distrik Pasabe, dan Naktuka, desa Citrana, Sub Distrik Nitibe, Oecusse.

Dikatakannya bahwa setelah UPF melihat situasi ini, UPF secara langsung melakukan intervensi dengan melakukan koordinasi dan diskusi dengan TNI, dan setelah itu pihak mereka langsung menyampaikan informasi kepada Kementerian Luar Negeri Timor-Leste untuk berbicara secara diplomatis dengan mereka.

Menyikapi dua pemberitaan media Timor Leste diatas, Danrem 161/Wira Sakti berpendapat bahwa seharusnya media Timor Leste tidak perlu melakukan pemberitaan provokatif dengan menyebarkan berita yang tidak benar atau diputar balikkan faktanya.

” Media massa sebagai pusat informasi berperan penyedia dan penyampai informasi tentang berbagai macam peristiwa, kejadian, realitas dan banyak hal lain yang terjadi di tengah masyarakat dengan data/fakta atau kejadian yang benar dan orisinil” Jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut, semestinya media Timor Leste bisa membedakan mana berita berdasarkan fakta dan mana berita yang berdasarkan opini, lebih menyedihkan lagi opini diplintir bernuansa provokasi.

” Perlu digaris bawahi bahwa fungsi media massa sangat mengutamakan kebenaran dan fakta, maka apabila terdapat aparat keamanan atau media cetak/surat kabar Timor Leste yang ingin mengeluarkan statemen, harus berdasarkan data dan fakta akurat, serta perlu banyak belajar untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kapasitas kemampuannya.
Bukannya menggiring atau menggoreng opini kemudian mengulang kembali berita lama/ basi dengan isi yang sama untuk dimuat berulang-ulang di media”,urai Danrem 161/Wira Sakti.

Disinggung juga bahwa Media massa mempunyai tugas yang mulia.

“Selain menyampaikan kebenaran informasi, juga harus mengedepankan unsur edukasi kepada masyarakat sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan hubungan bilateral yang kondusif antara dua negara yang bertetangga”, sebut Danrem 161/Wira Sakti. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here