Elektabilitas Golkar Jeblok, Pengamat: Ujian buat Airlangga Hartarto

0
201
Airlangga Hartarto (dua dari kanan), mendapatkan dukungan dari pengurus Golkar Jabar dan DKI Jakarta untuk menjadi Ketua Umum.

SURABAYA (Garudanews.id) Pengamat komunikasi politik Dr. Adi Suparto mengaku tidak kaget dengan hasil survei LSI Denny JA yang menempatkan Partai Golkar pada posisi ketiga pada pemilu 2019 mendatang.

Adi berpendapat, jebloknya elektabilitas suara Partai Golkar tidak terlepas dari perilaku koruptif yang dilakukan oleh kader Golkar itu sendiri.

“Bahkan kami prediksi elektabilitas suara Golkar yang saat ini terus mengalami penurunan bakal menggerus suara pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 mendatang,” kata Adi kepada garudanews.id, Sabtu, (15/9) malam.

Menurutnya, rakyat sudah sangat pintar, sekaligus dapat menganalisa mana partai yang aspiratif dan mana partai yang hanya suka memoles diri agar kelihatan cantik, anggun padahal ada borok yang menganga dibelakangnya.

“Bila kondisi ini terus dibiarkan oleh elit Golkar, tidak mustakhil Partai Golkar lebih terpuruk. Apalagi dalam kontestasi Pilpres mendatang, konon sejumlah kader sudah hengkang ke partai lain. Bahkan sejumlah politisi senior mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” katanya.

Hal ini, kata Adi sebagai ujian Ketua Umum Partai Golkar hasil Munaslub, yakni Airlangga Hartarto untuk membenahi kondisi partai yang dinilai telah diambang kehancuran.

“Kalau Airlangga tidak bisa memperbaikinya, apalagi saat pemilu nanti perolehan kursi di DPR RI anjlok, yang jelas bakal menjadi penilaian tersendiri. Pada gilirannya saat Munas Golkar 2019 nanti, Airlangga bisa tersingkir,” ujarnya.

Seperti diketahui, hasil survei LSI Denny JA, merilis bahwa ada lima partai besar yang akan bertengger dalam perolehan kursi di DPR. Yang pertama ditempati oleh PDIP, kedua Gerindra, selanjutnya Partai Golkar kemudian disusul Partai Demokrat dan yang kelima adalah PKB. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here