FKUB: Jangan Gunakan Aksi Massa untuk Menekan Hakim MK

231

PROBOLINGGO (Garudanews.id) – Jelang pelaksanan sidang gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Juni di Mahkamah Konstitusi (MK) sejumlah kalangan berharap agar masyarakat tidak perlu melakukan aksi massa, baik itu pada awal persidangan maupun sidang-sidang selanjutnya.

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo, Abdul Halim berpendapat berdasarkan pada pengalaman aksi damai yang berubah menjadi insiden rusuh pada 22 Mei lalu, aksi masa tersebut terbukti tidak ada manfaatnya bahkan melahirkan bahaya yang nyata terhadap kemanusiaan, agama, bangsa dan negara.

Halim mengungkapkan, pendapatnya bukan bermaksud untuk menghalangi hak berekspresi, berpendapat yang dijamin UU, tetapi lebih pada upaya bersama mengedepankan etik dan paham konstitusionalisme.

Oleh karenanya, Halim berpendapat, cara yang lebih elegan bagi para pihak yang terkait terutama penggugat, KPU, Bawaslu, tim sukses maupun pendukung adalah mempersiapkan secara lebih serius alat bukti, dalil, argumen yang akan disampaikan dalam proses peradilan.

“Jangan gunakan aksi massa untuk menekan para hakim Mahkamah, karena semuanya berjalan secara tranparan, independen dan akuntabel,” katanya, Kamis (13/6).

Halim menambahkan, cara yang lebih elegan bagi para pihak yakni penggugat, KPU, Bawaslu, tim sukses maupun pendukung, katanya, adalah mempersiapkan secara lebih serius alat bukti, dalil, argumen yang akan disampaikan dalam proses peradilan.

“Jangan gunakan aksi masa untuk menekan para hakim MK,” kata dia.

Halim berharap agar proses peradilan di MK akan berjalan secara tranparan, independen, dan akuntabel. Menurutnya para hakim Mahkamah bukanlah orang biasa, mereka dipilih secara ketat sehingga independen, berintegritas dan memiliki sikap kenegarawanan.

“Semua harus taat dan berjalan sesuai Konstitusi yang sudah disepakati bangsa Indonesia, UUD 1945. Insyaallah, NKRI tetap berdiri kokoh selamanya,”  tandas Halim. (HNN)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.