Gelar Aksi Bakar Lilin, Mahasiswa Dukung Lombok Sebagai Bencana Nasional

0
268
Puluhan Aktivis Mahasiswa yang menggelar Aksi solidaritas bakar 1000 lentera lilin dengan tema nyala untuk Lombok di Bunderan Hotel Indonesia Kamis malam ( 9/8).

JAKARTA (garudanews.id) – Puluhan Aktivis Mahasiswa yang menggelar
Aksi solidaritas bakar 1000 lentera lilin dengan tema nyala untuk Lombok di Bunderan Hotel Indonesia Kamis malam ( 9/8). Mereka menghimpun dalam Satuan Aksi Aktivis Nusa Tenggara Barat (SAKTI-NTB) yang terdiri atas Orda, Ormas, Mahasiswa, dan Aktivis se-Jabodetabek.

Dalam aksi seribu lentera ini juga di gelar doa bersama serta menyampaikan harapan bersama terhadap pemerintah agar memberikan perhatian khusus terhadap korban bencana gempa di Lombok.

“Aksi bakar 1000 lilin dan do’a bersama ini yang juga dihadiri oleh tokoh muda Lombok Bang Karman adalah bagian dari ekspresi duka terhadap korban bencana gempa bumi di lombok, dan aksi ini pun melibatkan OKP Ormas Orda Aktivis Dan Mahasiswa Sejabodetabek” ungkap Presidium 1 SAKTI-NTB, Mubaddin Sahlan kepada Media melalui siaran pers, Minggu ( 12/8).

Dalam acara tersebut, sejumlah elemen menggelar doa bersama untuk keselamatan para korban gempa serta memberi dukungan semangat terhadap korban atas bencana gempa bumi yang dahsyat dengan kekuatan 7 dan 6.2 SR yang menelan korban jiwa dan memporak-porandakan segenap aspek kehidupan.

Selain itu SAKTI NTB berharap pemerintah pusat bisa memberikan perhatian khusus terhadap korban bencana Lombok. Selain itu SAKTI NTB memandang gempa Lombok adalah gempa nasional karena memakan korban jiwa yang cukup banyak, semua bangunan atau rumah hancur, dan aktivitas pemerintah lumpuh, serta akses jalan raya banyak yang terputus.

“Kami meminta pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus kepada korban gempa Lombok. Saya mewakili SAKTI-NTB mengucapkan terimakasih kepada seluruh OKP, Ormas, Orda, Mahasiswa dan Aktivis Sejabodetabek. Yang telah menyempatkan diri untuk hadir memberikan dukungan semangat kepada korban bencana lombok melalui aksi bakar 1000 lilin,” ucapnya .

Semrntara itu Karman dalam sambutannya menyanpaikan perasaan terharu dan terimakasih pada peserta aksi.

“Saya, atas nama warga Lombok khususnya yang terkena gempa menyampaikan terima kasih, atas aksi solidaritas teman teman mahasiswa dari bima, medan, ambon, HmI maupun Himmah,” tambah Karman.

Dalam orasinya Karman menyikapi usulan yang beredar agar gempa bumi Lombok dijadikan bencana nasional bahwa dirinya ikut mendorong pemerintah agar menetapkan gempa lombok sebagai bencana nasional.

“Kategori bencana nasional penting, supaya penanganan korban bencana lebih efektif. Mengingat intensistas gempa beluk surut. Bahkan tercatat sampai ratusan kali gempa susulan. Apa lagi info adanya gempa susulan yang beseliweran membuat warga tambah was was. Untuk itulah status bencana nasional penting. Untuk penanganan yang lebih maksimal,”  ujar Karman. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here