‘Hambalang tunggu audit PU Pera dan BPKP’

0
306
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi/ist diperkenalkan saat pengumuman Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10). Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terdiri dari 34 menteri. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.

JAKARTA (GARUDANEWS)-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengemukakan rapat terbatas (ratas) tindak lanjut pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang semula dijadwalkan Selasa (29/3) diundur karena masih menunggu hasil audit dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Sebenarnya ratas akan dilakukan besok, Selasa (29/3) tapi diundur karena kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan BPKP belum selesai. Makanya, kita tunggu hasilnya,” ujarnya.

Megaproyek Hambalang yang bernilai triliunan rupiah itu terhenti pada 2012 lantaran kasus korupsi yang sempat melibatkan mantan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun DPR RI itu dalam seminggu terakhir ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkeinginan menuntaskannya, setelah melalui audit menyeluruh dari sisi anggaran maupun kelayakan lokasinya.

Kemen PU Pera mendapatkan tugas untuk menguji kelayakan bangunan hingga kondisi tanah yang digunakan. Untuk menguji kondisi tersebut juga melibatkan banyak pihak termasuk perguruhan tinggi. Sedangkan, Kemenpora bertugas mengkaji kerugian dan keuntungan keberadaan P3SON.

Pihak Kemenpora juga meminta pendapat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski sejak tahun lalu mendapatkan lampu hijau untuk melanjutkan pembangunannya.

“Kami yang berinisiatif, bukan KPK yang undang, Ada dari Kemenpora, Deputi BPKP dan Litbang Kementerian PU untuk memastikan apakah kami boleh jalan terus atau tidak,” kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora yang saat ini menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Ia menambahkan, selain untuk memastikan apakah pembangunan Hambalang bisa berlanjut atau tidak, pihaknya datang ke KPK juga untuk mencari dukungan agar tidak terjadi salah langkah dalam pengambilan kebijakan. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here