Harga Daging Ayam Naik 100 Persen Jelang Lebaran

0
115

Tarakan (Garudanews.id) – Jelang Lebaran, harga daging ayam naik hingga hingga 100 persen yakni mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga daging ayam sekitar Rp 38 ribu per kg.

Salah seorang warga Selumit Pantai Maimunah (40) saat ditemui mengeluhkan harga ayam yang naik. “Harganya naik selangit, padahal saat Ramadan saya sempat beli untuk stok di rumah sekitar Rp 30 ribu,” ungkap ibu lima anak ini.

Jika dalam beberapa hari ke depan harga masih tinggi, dia berencana akan membeli daging ayam beku.

Salah satu pedagang daging ayam potong yang turut mengeluhkan kenaikan harga ayam di Pasar Boom Panjang, Karti menuturkan kenaikan yang signifikan kali ini mempengaruhi omzet penjualannya yang turun hingga 50 persen.

“Ya kaget juga, harganya bisa naik cepet kayak gini. Biasanya orang beli bisa 10 kg, sekarang cuman 5 kg aja rata-rata. Belum lagi diperotes sama pembeli, ya mau bagaimana lagi dari distributornya memang sudah naik,” sebutnya.

Sebelumnya, harga daging ayam normal untuk yang bersih dijual Rp 40 ribu perkg, sedangkan daging ayam potong kotor Rp 34 ribu – 38 ribu per kg.

Kenaikan harga daging ayam potong diharapkan dapat segera diatasi pemerintah. “Kalau bisa segera diatasi lah ini, ngeri betul harganya. Apalagi mau Lebaran banyak pengeluaran,” harapnya.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdakop-UKM) Kota Tarakan, dan Kaltara, bersama perwakilan Dinas Peternakan Kota Tarakan, langsung melakukan sidak harga daging ayam potong di pasar tradisional Tenguyun, Boom Panjang.

Kepala seksi perlindungan konsumen, Disdakop dan UKM Kaltara, Septi Yustina Marthin menyebutkan, kenaikan harga daging ayam potong saat ini belum diketahui pasti, sebab dari tinjauan lapangan stok ayam potong masih cukup hingga Lebaran nanti.

“Kami baru periksa harga ayam, dari peternak stok memang agak kurang tapi cukup sampai Lebaran, inilah kami mau cari tahu dulu solusinya untuk menekan harga daging ayam agar tidak terus melonjak naik,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum melakukan sidak ke Tarakan dia beserta tim sudah melakukan survei di pasar tradisional yang ada di Tanjung Selor, harga daging ayam potong pun juga mengalami kenaikan. Namun lebih rendah jika dibandingkan Tarakan.

“Sebelum saya ke Tarakan, saya juga sudah ke pasar yang ada di Tanjung Selor. Di sana Rp 45 ribu per kg yang bersih. Jadi ini kami masih mau cari tahu akar dari kenaikan harga ayam saat ini,” ungkapnya.

“Distibutor ayam sendiri memang sudah naik harga ayam potong dari peternak, jadi alasannya biaya operasional besar, dan ayamnya kecil,” tambahnya.

Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan di Dinas Perdangangan, Koperasi (Disdagkop) dan UKM Tarakan, M. Romli menambahkan saat ini upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kenaikan harga ayam potong dengan melakukan operasi pasar. Dengan menjual ayam potong dalam bentuk beku, seharga Rp 45 ribu kg. Jpnn (sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here