Kemenag: Puasa adalah pengendalian diri atas berbagai keinginan

222

JAKARTA (Garudanews.id) – Sekretaris Menteri Agama (Menag) Khoirul Huda Basyir mengatakan, Puasa Ramadhan yang dilakukan umat Islam harus terus mengalami peningkatan. Kualitas puasa harus naik kelas dari yang hanya berorientasi ritual syar’i kepada pemaknaan secara substansial atau maqashid al-syariah.

“Kita tidak saja berpuasa secara lahiriyah dengan tidak makan dan minum, tetapi harus berpuasa secara bathiniyah dengan menahan mulut, tangan, dan anggota badan dari laku yang tidak baik,” kata Khoirul saat memberikan kultum bakda Zuhur, di Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Kamis (16/5).

Khoirul menguraikan, Ramadhan adalah Syahru Shiyaam. Dalam bahasa Sansekerta diistilahkan dengan “poso” kepanjangan dari “mupus roso”. Agar orang berpuasa itu mampu mengendalikan atau memenej mengelola hawa nafsu.

“Inti dari puasa adalah pengendalian diri atas berbagai keinginan (hawa nafsu) yang kadang tak terbendung,” ujarnya.

Naik kelas yang dimaksudnya adalah pada derajat ketakwaan sebagai tujuan akhir dari puasa. “Substansi tujuan berpuasa adalah agar naik menjadi muttaqin,” tuturnya.  (Red)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.