Ini Penjelasan Lion Air Soal Tudingan Telantarkan Peti Jenazah di Bandara

153

JAKARTA (Garudanews.id) – Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengklarifikasi isu yang sempat viral di media sosial soal pihak Lion Air yang dituding menelantarkan jenazah yang akan dibawa melalui kargo HUM (Human Remains) pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (14/5/).

Danang pun menampik tudingan soal penelantaran pengangkutan jenazah yang dilakukan maskapai Lion Air. Danang mengaku, pada kasus pengiriman kargo jenazah dari Jakarta ke Batam itu, Lion Air sudah menjalankan prosedur berdasarkan SOP serta prinsip penerimaan kargo jenazah pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

“Berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB. Sedangkan penerbangan kargo jenazah tujuan Batam telah dipersiapkan sesuai nomor surat muatan udara (SMU) 20197170 dengan booking code menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 pukul 16.54 WIB yang dijadwalkan tiba pada 18.10 WIB,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Rabu (15/5).

Dari informasi yang diterima petugas Lion Air, kata Danang, tidak ada pemberitahuan dari pihak ketiga sebagai pengurus mengenai perbedaan reservasi kargo jenazah dengan pendamping.

MenurutDanang, petugas Lion Air mengetahui terdapat perbedaan reservasi nomor penerbangan. Namun, HUM tidak dapat dipindahkan ke kargo pesawat Lion Air dikarenakan JT-378 sudah final atau siap diberangkatkan.

“Kami sudah memberikan keterangan kepada pihak pendamping [keluarga] atas perbedaan waktu kedatangan di Batam,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan rasa keprihatinannya.

“Lion saat ini masih mengumpulkan data, informasi dan keterangan lain mengenai perkembangan pemberitaan dan dari berbagai pihak yang terlibat guna dipelajari lebih lanjut,” tambah Danang.

Sebelumnya, maskapai Lion Air kembali mendapat sorotan karena dinilai menelantarkan jenazah yang akan dibawa melalui kargo HUM (Human Remains) pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (14/5).

Kabaritu viral di media sosial setelah akun Facebook atas nama Dedi Azwandi mengunggah masalah ini. Dalam unggahan itu, Dedi menuding Lion Air telah menelantarkan jenazah anak berusia 10 tahun yang diterbangkan dari Jakarta, padahal ia telah mengeluarkan dana Rp10.500.000 untuk biaya kargo.

Belakangan, unggahan di akun Facebook Dedi Azwandi ini dihapus setelah jenazah atas nama Akila diberangkatkan menggunakan pesawat Batik Air, maskapai milik Grup Lion Air. (Hab)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.