Ini Pernyataan Cendikiawan Muda NU Terkait dengan Pencapresan Cak Imin

0
198
Presiden Jokowi terlihat akrab dengan Muhaimin Iskandar saat menaiki KA Bandara, Selasa, (2/1).

JAKARTA (Garudanews.id) – Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU) Amsar A Dulmanan mengatakan bahwa statment yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar terkait dengan pencapresan dirinya merupakan sebuah wacana politik seorang ketua umum partai.

Namun demikian dia memastikan bahwa pernyataan Cak Imin tersebut bukan mewakili organisasi NU.

“Itu statment politik sah-sah saja sebagai bentuk mengikutu syahwat politik seorang ketua umum partai.

Hal itu dikatakan Amsar menyusul pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang sering disapa Cak Imin belakangan ini sempat menggegerkan sejumlah media di tanah air.

Diamana, usai menghadiri acara dengan salah satu Ormas Islam Cak Imin mengatakan bahwa bila Joko Widodo (Jokowi) tidak meminang dirinya di Pilpres 2019 nanti, mantan Guberur DKI itu dipastikan akan kalah.

Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Muhaimin Iskandar tidak ada hubungannya dengan organisasi islam NU. Dia pun memastikan NU tidak mengintervensi kepentingan Muhaimin Iskandar.

“Jadi publik harus bisa memilah mana pernyataan Muhaimin Iskandar sebagai Ketum Partai, dan mana pernyataan NU. Sementara organisasi keagamaan itu bersifat terbuka dan independen bebas dari kepentingan politik. Karena ruang politik sangat tertutup,” katanya menjawab pertanyaan garudanews.id, Rabu, (9/5).

Lebih lanjut Amsar mengatakan, bahwa Muhaimin memang dilahirkan dan dibesarkan oleh NU berdasarkan aspirasi arus bawah pada tahun 1990-an yang lalu. Saaat itu Muhaimin menjadi ketua umum PB PMII.

Pada saat itu, kata Amsar, keberadaan cak Imin memang didesigen sebagai kepentingan untuk membesarkan bagaimana kampus negeri maupun kampus umum menjadi representasi dari sistem pengkaderan bagi anak-anak muda di kalangan NU. Tidak sebatas di kampus agama.

“Maka dicarilah dengan kwalifikasi masih punya dinasti tradisi yang memiliki otoritas kyiaian itu. Dan itu tidak bisa dihilangin  semacem oligarki politik. Dan saat itu memang kondisinya belum ada pembaruan, makanya saat itu hanya berdasarka tradisi yang ada. Dan sosok Muhaimin Iskandar adalah salah satu anak muda NU yang diharapkan bisa menjadi kader penerus NU, saat itu,” katanya.

Namun demikian, ketika dinamikanya berubah, dan PKB pun sempat terjadi perpecahan antara kubu PKB Abdurahman Wahid atau Gus Dur dengan PKB Muhaimin Iskandar, maka apa yang dikatakan Muhaimin belum tentu sejalan dan mewakili gerakan pemuda dan tokoh NU.

“Jadi presfektifnya kalau diletakan pada tata nilai kenegaraan atau proses dukungan dalam mengakselerasi demokrasi di Indonesia jelas berbeda. Karena PKB sekarang tidak dalam proses pemilihan di tingkat dasar, akan tetapi penunjukan berdasarkan kepentingan dari pusat,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin  sesumbar bahwa Jokowi akan kalah pada Pilpres 2019 mendatang jika tidak menggandeng dirinya sebagai cawapres.

“Saya cuma bisa mengingatkan, kalau bukan saya (cawapresnya) dikhawatirkan (Jokowi) bisa kalah,” ujar Cak Imin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (5/5).

Entah apa yang melatarbelakangi Cak Imin begitu meyakini bahwa bila Jokowi berpasangan dengan dirinya bisa memenagkan Pilpres 2019 mendatang.

Cak Imin pun seperti  percaya diri bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu akan memilih dirinya untuk bersanding pada pemilihan Presiden mendatang.

“Saya optimis Jokowi akan menggandeng saya dibandingkan  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato,” ujar Cak Imin dengan pede.

Wakil Ketua MPR itu juga mengklaim, berdasarkan hasil beberapa survei terakhir, elektabilitasnya terus meningkat.

“Alhamdulillah meningkat terus. Saya yakin masih ada waktu tiga bulan, pada akhirnya bisa menjadi alternatif (cawapres) kuat,” kata Cak Imin. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here