Inilah Gaya Kepemimpinan Bupati Rote Ndao Yang Patut Ditiru

8.517

ROTE (Garudanews.id) – Keteladanan Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) Paulina Haning Bullu patut ditiru oleh kepala daerah lain. Betapa tidak, sudah menjadi rahasia umum ketika seorang pejabat di tingkat daerah seperti Bupati maupun Wali Kota dikawal dengan voorijder baik dari Dishub maupun pihak kepolisian.

Namun pemandangan berbeda saat mobil dinas Bupati dengan Nopol DH 1 VB melintas di salah satu jalan di Kabupaten Rote, tanpa pengawalan, mobil yang ditumpangi sang Bupati tersebut menghampiri dua siswa SD berseragam Pramuka tengah berjalan. Terpantau, pejabat yang diduga Bupati itu mengajak anak tersebut untuk menaiki mobil yang ditumpanginya.

Penyelusuran media ini, benar saja persis depan rumah pelajar itu, terlihat dua Siswa SD yang mengenakan pakaian Peramuka dan tas sekolah itu turun dari atas mobil dinas Bupati.

Sontak saja informasi ini menjadi viral di media sosial khususnya wilayah tertimur Indonesia tersebut. Akun facebook atas nama Putra Candara Aditya ikut mengomentari gaya kepemimpinan Bupati perempuan pertama di Rote Ndao ini.

“Salut buat Bupati Rote Ndao yang tau menghargai rakyatnya, TYM,” dalam komentarnya yang diunggah pada Sabtu (18/5).

Setali tiga uang, salah satu kepala daerah perempuan yang dinilai berhasil merangkul warganya adalah Bupati Bogor Ade Yasin. Bahkan dalam setiap kesempatan ia mengingatkan pentingnya pelayanan masyarakat,  pejabat jangan minta dilayani tapi harus melayani warga.

Hal itu disampaikan Ade Yasih  saat melakukan kegiatan Rebo Keliling atau yang lebih dikenal Boling di Kecamatan Cibungbulang, yang dilaksanakan di Perumahan Citoh.  Kecamatan Cibungbulang merupakan titik Keempat dari kegiatan Boling yang dilaksanakan Bupati Bogor setelah sebelumnya di Kecamatan Cisarua, Cileungsi dan Citeureup.

Dalam kesempatannya Bupati mengatakan tentang pentingnya pelayanan kepada masyarakat. “Saya berulang kali mengatakan tentang pentingnya pelayanan kepada masyarak. Kita  sebagai pelayan masyarakat kita harus melayani,  bukan ingin dilayani. Untuk itu dengan kegiatan Boling seperti ini sebagai salah satu upaya pendekatan kepada warga, jadi kita tahu kebutuhan apa yang diperlukan warga,” kata Bupati.    (Dance Henukh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.